Mengapa Menghormati Budaya adalah Kunci Kebesaran Bangsa

by -64 Views

Menghormati Budaya, Cara Bangsa Menjaga Martabatnya

Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa kebesaran sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau militer, tetapi juga oleh sikapnya terhadap warisan budaya sendiri. Dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu, 11 April 2026, Prabowo menyebut penghormatan terhadap budaya sebagai fondasi penting bagi kekuatan jiwa bangsa.

Budaya sebagai sumber percaya diri bangsa

Prabowo menyoroti bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak memandang rendah jati dirinya. Ia mengingatkan adanya masa ketika sebagian kalangan terdidik di Indonesia justru lebih mengagumi hal-hal dari luar negeri hingga memunculkan semacam inferiority complex. Menurutnya, sikap seperti itu harus ditinggalkan jika Indonesia ingin berdiri tegak sebagai bangsa yang percaya diri.

Di hadapan peserta munas IPSI, Prabowo menekankan bahwa kekayaan budaya lokal bukanlah sesuatu yang kalah dari budaya mana pun. Justru, kata dia, keunikan budaya Indonesia adalah modal yang tidak dimiliki bangsa lain.

Menghargai luar negeri tanpa kehilangan jati diri

Meski begitu, Prabowo tidak mendorong sikap menutup diri. Ia menegaskan pentingnya tetap menghormati budaya luar, selama bangsa Indonesia tidak kehilangan identitasnya sendiri. Pandangan itu ia sampaikan sebagai pengingat bahwa keterbukaan tidak harus berujung pada ketergantungan atau rasa minder terhadap budaya sendiri.

Pernyataan tersebut juga memperlihatkan konsistensi sikap Prabowo yang kerap menempatkan kemandirian bangsa sebagai isu utama, termasuk dalam relasi internasional. Dalam konteks yang lebih luas, ia menilai percaya diri terhadap budaya sendiri menjadi bagian dari posisi tawar Indonesia di tengah dunia yang semakin terhubung.

Pesan budaya yang beririsan dengan diplomasi

Di saat yang sama, Prabowo dikabarkan akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas isu geopolitik dan energi yang strategis. Meski topik pertemuan itu berbeda, benang merahnya tetap sama: Indonesia, menurut Prabowo, perlu berdiri dengan identitas yang kuat saat berhadapan dengan dunia luar.

Melalui forum pencak silat, pesan yang ia sampaikan terasa jelas: menghormati budaya bukan sekadar urusan simbolik, melainkan bagian dari cara bangsa membangun martabat, rasa percaya diri, dan kekuatan moralnya.