Lando Norris tidak hanya membicarakan soal kemenangan dan gelar juara, tetapi juga tentang orang-orang yang ikut membentuk perjalanan besarnya di Formula 1. Di balik statusnya sebagai salah satu wajah utama McLaren, pembalap asal Inggris itu justru menempatkan keluarga, sosok idola masa kecil, dan dua petinggi timnya sebagai figur paling berpengaruh dalam kariernya.
Norris, yang debut di F1 pada 2019 bersama McLaren, kini menjadi bagian penting dari kebangkitan tim Woking. Sejak bergabung, ia ikut mengantar McLaren naik dari papan tengah menuju puncak, termasuk meraih gelar konstruktor beruntun pada 2024 dan 2025, serta titel juara dunia pembalap pertamanya.
Ayah Jadi Sosok Paling Penting dalam Perjalanan Norris
Dalam video yang dibagikan McLaren, Norris menegaskan bahwa ayahnya adalah orang pertama yang ia sebut ketika diminta memilih figur paling berpengaruh dalam hidup dan kariernya.
"Dia nomor satu bagi saya, ayah saya," kata Norris. Ia menjelaskan bahwa sang ayah punya kecintaan besar terhadap balap sejak kecil, meski tak sempat mewujudkannya sendiri. Dari situ, sang ayah disebut bekerja keras agar Norris dan saudaranya bisa terlibat di dunia balap dan mengejar mimpi yang dulu tak sempat diraih.
Norris juga mengenang masa kecilnya saat bermain Gran Turismo bersama sang ayah di PlayStation. Menurutnya, momen sederhana itu menjadi titik awal ketertarikannya pada dunia balap.
Valentino Rossi dan Daya Tarik Dunia Balap Dua Roda
Selain ayahnya, Norris juga menyebut Valentino Rossi sebagai sosok yang sangat ia kagumi sejak kecil. Menariknya, pilihan itu datang dari masa ketika Norris justru lebih tertarik pada sepeda motor ketimbang mobil balap.
"Valentino Rossi, pria yang saya idolakan saat kecil. Dulu saya lebih tertarik pada motor daripada roda empat," ujarnya. Nama Rossi, yang lama menjadi ikon MotoGP, rupanya meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan awal Norris mengenal kecepatan dan kompetisi.
Zak Brown dan Andrea Stella, Dua Figur Penting di McLaren
Norris kemudian beralih ke dua sosok yang ia nilai sangat berperan dalam fase penting kariernya di McLaren: CEO McLaren Racing Zak Brown dan team principal Andrea Stella.
Soal Brown, Norris menyoroti etos kerja sang bos tim yang menurutnya nyaris tak pernah berhenti. Ia menggambarkan Brown sebagai orang yang selalu sibuk dengan rapat, panggilan, email, dan pesan, tetapi tetap menyenangkan diajak bekerja sama. Norris bahkan menyebut kesempatan bermain golf bersama Brown sebagai sesuatu yang kini terasa mewah.
Untuk Andrea Stella, Norris memberi penilaian yang tak kalah tinggi. Ia mengatakan Stella adalah sosok yang sudah bersamanya sejak awal bergabung dengan McLaren, dan orang yang mampu memberi sudut pandang baru dalam banyak hal. Norris menilai Stella bukan hanya kuat dari sisi teknis dan manajerial, tetapi juga punya cara berpikir yang membuat orang di sekitarnya melihat sesuatu dari perspektif berbeda.
Menurut Norris, pengaruh Stella sangat terasa dalam kebangkitan McLaren dalam beberapa tahun terakhir, terutama lewat perubahan besar yang membawa tim kembali bersaing di level tertinggi.





