Kasus pembacokan di Cakung yang sempat menggegerkan warga akhirnya mulai terungkap. Polisi menyebut, aksi brutal yang dilakukan pria berinisial MH terhadap BW bukan terjadi tanpa sebab. Dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku diduga kuat dipicu oleh sakit hati terhadap korban.
Polisi Ungkap Pemicu Aksi Pembacokan
Kapolsek Cakung, AKP Andre Tri Putra, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula dari laporan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang diterima piket SPKT Polsek Cakung. Kejadian berlangsung di kawasan Kampung Pedaengan, Jakarta Timur.
Begitu laporan masuk, petugas dari piket fungsi bersama tim Reskrim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara. Dari penelusuran awal, polisi mendapati adanya konflik personal yang kemudian berkembang menjadi kekerasan.
Berawal dari Teguran, Berujung Luka Serius
Korban yang berusia 30 tahun diketahui saat itu berada di rumah bersama sejumlah saksi, termasuk pelaku. Situasi memanas setelah adik dari istri korban mengaku sempat diintip pelaku ketika mandi. Korban kemudian menegur MH, namun teguran itu justru memicu emosi dan membuka kembali persoalan lama di antara keduanya.
Dalam insiden tersebut, BW mengalami luka berat di bagian kepala setelah diserang menggunakan golok. Warga yang melihat kejadian itu segera membawa korban ke RS Persahabatan, Rawamangun, untuk mendapat penanganan medis.
Pelaku Ditangkap Tak Sampai Satu Jam
Berbekal keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi bergerak cepat memburu pelaku. Tak butuh waktu lama, MH berhasil diamankan kurang dari satu jam setelah peristiwa pembacokan terjadi.
Saat ini kasus tersebut masih diproses oleh kepolisian. Pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan sebagaimana aturan hukum yang berlaku, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Polisi juga memastikan situasi di lokasi kejadian telah kondusif.





