Dubes Arab Saudi Minta Megawati Berperan soal Dinamika Timur Tengah

by -62 Views

Dubes Arab Saudi Minta Megawati Ikut Ambil Peran di Tengah Dinamika Timur Tengah

JAKARTA — Pertemuan hangat antara Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026, tak hanya berisi ucapan selamat dan basa-basi diplomatik. Di balik suasana akrab selama hampir dua jam itu, terselip pesan yang lebih serius: Arab Saudi berharap Megawati ikut memberi kontribusi dalam merespons dinamika yang sedang berkembang di Timur Tengah.

Pertemuan Hangat di Kediaman Megawati

Faisal datang bersama sejumlah kader PDIP, di antaranya Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Guntur Romli. Dalam pertemuan itu, Megawati sempat menyinggung anggrek putih yang dibawa sang dubes dan dipajang sebagai hiasan ruangan, menandakan suasana pertemuan berlangsung cair dan akrab.

Megawati juga menerima ucapan selamat Idul Fitri dari pihak Arab Saudi. Selain itu, dubes turut menyampaikan selamat atas gelar doktor kehormatan yang diterima Megawati dari Princess Nourah University (PNU) di Riyadh. Megawati pun menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menceritakan pengalamannya menjalani umrah bersama keluarga setelah menerima gelar itu.

Bahas Haji, Pohon Soekarno, dan Peluang Kerja Sama

Menurut penjelasan Ahmad Basarah, pembicaraan juga menyentuh isu kuota haji 6 juta pada 2030. Di sisi lain, ia menyampaikan usulan penanaman pohon, termasuk “pohon Soekarno”, di Arab Saudi sebagai simbol kerja sama yang lebih luas.

Respons Faisal disebut positif. Ia menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Megawati dalam sejumlah agenda yang dibicarakan. Nada pertemuan menunjukkan bahwa relasi kedua pihak tidak berhenti pada hubungan seremonial, tetapi juga membuka ruang untuk kolaborasi yang lebih konkret.

Diminta Turun Tangan untuk Perdamaian Timur Tengah

Bagian paling penting dari pertemuan ini muncul saat Dubes Arab Saudi meminta Megawati berperan aktif dalam merespons situasi di Timur Tengah. Permintaan itu datang dengan pertimbangan bahwa Megawati memiliki posisi penting, bukan hanya di politik Indonesia, tetapi juga dalam percakapan politik global.

Megawati disebut menyambut baik ajakan itu dan menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata yang telah disepakati. Ia juga menegaskan kesediaannya untuk menjadi jembatan perdamaian, sejalan dengan pandangan geopolitik Bung Karno yang selama ini kerap ia rujuk.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menyinggung pengalamannya sebagai utusan khusus antara Korea Selatan dan Korea Utara, yang menurutnya menjadi bagian dari upaya mendorong perdamaian dunia. Dari pertemuan ini, terlihat bahwa dialog politik dan diplomasi personal masih menjadi ruang penting dalam membaca arah hubungan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah.