Iran Tutup Selat Hormuz Usai Israel Serang Beirut

by -37 Views

Pada Kamis, 9 April 2026, Amerika Serikat, Iran, dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Namun, situasi langsung memanas setelah bagian militer Israel melancarkan serangan ke area komersial dan perumahan padat penduduk di pusat Beirut tanpa peringatan. Akibat serangan tersebut, sebanyak 112 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka. Iran menilai serangan ini sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden Trump.

Komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa serangan ke Lebanon dianggap sama dengan menyerang Iran. Iran juga mengancam akan melakukan balasan besar terhadap serangan tersebut. Di sisi lain, Kepala Staf Militer Israel, Letjen Eyal Zamir, menyatakan bahwa negaranya akan terus menyerang kelompok Hizbullah. Militer Israel bahkan mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target di Lebanon dalam waktu singkat.

Sebelum kesepakatan gencatan senjata diumumkan, Presiden Trump berencana melancarkan serangan terhadap Iran, yang telah menjadi peringatan bagi banyak pihak. Trump telah menyatakan keinginan untuk menghentikan serangan tersebut selama dua minggu dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Meskipun demikian, pesawat pengebom B-52 sudah dalam perjalanan menuju Iran sebelum kesepakatan gencatan senjata dicapai dengan mediasi dari Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, meminta masa damai dua minggu sebagai upaya diplomasi yang penting.

Source link