Momen Langka: Gerhana Matahari Besok Hanya Dapat Disaksikan Astronaut Artemis II

by -27 Views

Empat astronaut misi Artemis II akan menyaksikan Gerhana Matahari Total dari sisi jauh Bulan pada Senin malam (6/4) waktu Amerika atau Kamis (7/4) pagi waktu Indonesia. Fenomena ini terjadi saat kapsul Orion milik NASA melintasi sisi jauh Bulan dalam manuver lunar flyby, momen puncak perjalanan bersejarah yang dimulai sejak peluncuran pada 1 April lalu. Gerhana dijadwalkan berlangsung mulai sekitar pukul 20.35 EDT atau 07.35 WIB pada 7 April.

Sayangnya, fenomena ini eksklusif untuk para astronaut Artemis II dan tidak bisa disaksikan dari permukaan Bumi, termasuk di Indonesia. Gerhana ini hanya terlihat dari posisi kapsul Orion yang berada jauh di balik Bulan.

Yang membuat kejadian ini istimewa adalah durasi dan skalanya, karena kapsul Orion jauh lebih dekat ke Bulan dibanding pengamat di Bumi, sehingga Bulan tampak jauh lebih besar dari perspektif para astronaut. Akibatnya, Matahari akan tertutup sepenuhnya selama sekitar 53 menit atau hampir tujuh kali lebih lama dibanding durasi maksimum gerhana total yang bisa disaksikan dari permukaan Bumi.

NASA tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Para astronaut diminta melakukan observasi ilmiah selama gerhana berlangsung, khususnya mengamati korona Matahari, lapisan terluar atmosfer bintang yang biasanya tidak bisa diamati karena tertutup cahaya Matahari yang menyilaukan. Observasi ini diharapkan membantu ilmuwan memahami proses-proses di korona Matahari dari sudut pandang yang belum pernah tersedia sebelumnya.

Selain itu, gerhana semacam ini bukan pertama kali dialami manusia. Para astronaut Apollo yang mengorbit Bulan juga pernah menyaksikan gerhana serupa dari kawasan lunar. Namun bagi generasi saat ini, ini adalah pertama kalinya sejak era Apollo, manusia berada cukup dekat dengan Bulan untuk mengalami fenomena tersebut. Setelah melewati sisi jauh Bulan, Orion akan meluncur kembali menuju Bumi. Para astronaut dijadwalkan mendarat di lepas pantai San Diego pada Jumat (10/4), menuntaskan misi lunar berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.

Source link