Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah telah mengumumkan bahwa jamaah umrah Indonesia yang busnya mengalami kebakaran di dekat Madinah akan dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 31 Maret. Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menyatakan bahwa keputusan ini telah diputuskan dan disepakati oleh pihak terkait. Sebelumnya, Satgas Pelindungan KJRI Jeddah telah bertemu dengan pembimbing dan perwakilan jamaah di Madinah untuk memberikan informasi dan koordinasi terkait kejadian tersebut. Diketahui bahwa sebagian besar jamaah yang berada di dalam bus berasal dari Sumatera Barat, sedangkan sopir bus adalah warga negara Mesir. Beruntungnya, seluruh jamaah dalam kondisi selamat tanpa luka fisik dan paspor mereka juga aman. Meski demikian, beberapa anak mengalami trauma ringan akibat kejadian tersebut dan enggan menaiki bus untuk sementara waktu. Insiden terjadi dalam perjalanan menuju Madinah, sekitar 20 menit sebelum mereka tiba di kota tersebut. Sebelum kejadian terjadi, jamaah telah dua kali memperingatkan adanya bau kopling terbakar pada bus, namun sopir menyatakan bahwa kendaraan dalam keadaan aman. Setelah mendengar suara letusan dari ban, sopir segera menepikan bus dan meminta penumpang turun. Namun, api cepat membesar dan alat pemadam api ringan di bus tidak mampu memadamkannya. Pihak berwenang mencurigai bahwa insiden tersebut disebabkan oleh masalah teknis pada kendaraan dan bukan karena sopir mengemudi ugal-ugalan. KJRI Jeddah akan terus mengawasi perkembangan kasus ini serta menindaklanjuti terkait kompensasi yang mungkin diterima dari perusahaan transportasi terkait.
Bus Umrah Terbakar di Madinah: Jamaah Indonesia Dipulangkan 31 Maret





