Rusia Gencar Promosi Aplikasi Max: Pengganti Whatsapp dan Telegram?

by -41 Views

Rusia sedang menggencarkan promosi aplikasi pesan instan bernama Max kepada warganya melalui kampanye besar-besaran. Aplikasi ini merupakan platform media sosial tanpa enkripsi dan sedang dipromosikan secara bersamaan dengan pemblokiran aplikasi WhatsApp dan Telegram yang populer. Penggunaan Max menuai kekhawatiran dari kritikus dan kelompok hak digital, yang khawatir bahwa Rusia akan memanfaatkannya untuk memata-matai warganya dan memutuskan hubungan digital dengan negara-negara Barat.

Max diperkenalkan pada tahun 2025 oleh VK, raksasa media sosial Rusia. Aplikasi ini dianggap setara dengan WeChat milik China, yang menggabungkan media sosial dan pesan instan dengan layanan pemerintah, identitas digital, perbankan, dan pembayaran. Meskipun penggunaan Max tidak diwajibkan secara resmi, pihak berwenang menyatakan bahwa hidup tanpa aplikasi tersebut akan semakin sulit.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjuluki Max sebagai platform yang lebih “aman” dan sesuai dengan tuntutan Rusia akan “kedaulatan teknologi.” Moskow telah lama mendorong agenda tersebut untuk membangun internet yang lebih terkontrol. Max sudah terpasang di ponsel dan tablet yang dijual di Rusia sejak September 2025. Aplikasi ini terlihat mirip dengan Telegram, yang menawarkan pesan pribadi, saluran publik, dan stiker lucu.

Keunikan Max adalah keikutsertaannya dalam “daftar putih” Rusia, yang memastikan bahwa layanannya tetap berjalan saat terjadi pemadaman internet paksa. Aplikasi ini awalnya hanya tersedia untuk pengguna kartu SIM Rusia atau Belarusia, namun sekarang tersedia dalam beragam bahasa, termasuk dalam nomor telepon dari negara-negara yang dianggap Rusia sebagai “sahabat.” Rusia berusaha untuk meninggalkan Telegram karena aplikasi tersebut digunakan Ukraina untuk merekrut warga Rusia dalam kegiatan sabotase.

Sejumlah perusahaan dan sekolah di Rusia telah beralih ke Max untuk komunikasi dan konten mereka. Kampanye promosi Max diibaratkan sebagai papan iklan propaganda Soviet yang agresif oleh Dmitry Zakharchenko, pendiri lembaga analitik GRFN. Ini menunjukkan upaya Rusia dalam membentuk internet yang lebih terkendali, sehingga mendorong warganya beralih ke platform yang dikelola oleh negara.

Source link