Kekacauan di Bandara Akibat Shutdown Pemerintah AS

by -50 Views

Penghentian sebagian operasional pemerintah Amerika Serikat atau shutdown berdampak besar terhadap layanan bandara, memicu antrean panjang hingga penundaan penerbangan di berbagai wilayah. Bandara-bandara di Amerika Serikat dilaporkan mengalami gangguan operasional akibat dampak shutdown pemerintah yang berlangsung lebih dari satu bulan. Situasi ini memicu antrean panjang di pemeriksaan keamanan serta keterlambatan penerbangan di berbagai kota. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyampaikan kondisi tersebut melalui media sosial X. “Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan BERJAM-JAM, dan penerbangan yang terlewat,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui media sosial X, Minggu (22/3/2026). Shutdown yang berdampak pada DHS telah berlangsung selama lebih dari 40 hari. Salah satu unit yang paling terdampak adalah Transportation Security Administration (TSA), yang bertanggung jawab atas keamanan transportasi di bandara. Akibat penghentian operasional tersebut, banyak pegawai TSA dilaporkan belum menerima gaji selama berminggu-minggu, sehingga memengaruhi kehadiran dan kinerja petugas di lapangan. Kondisi ini membuat jumlah petugas keamanan berkurang drastis, yang berimbas pada antrean panjang di area pemeriksaan keamanan di sejumlah bandara. “Tanggung jawab kekacauan ini ada di pundak orang-orang Partai Demokrat,” kata DHS. Di tengah situasi tersebut, Donald Trump mengumumkan langkah untuk mengatasi kondisi di bandara. Ia menyatakan akan mengerahkan agen dari Immigration and Customs Enforcement guna memperkuat pengamanan mulai 23 Maret. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi antrean panjang serta mempercepat proses pemeriksaan keamanan di bandara-bandara AS yang terdampak. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.

Source link