Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, mengalami erupsi dua kali dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada hari ini. Letusan terjadi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur. Mukijo, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, melaporkan bahwa kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal menuju timur laut. Erupsi masih berlangsung saat laporan tersebut dibuat, dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl pada pukul 05.26 WIB. Kemudian, pada pukul 06.40 WIB, gunung ini erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl. Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat di sekitar gunung tersebut. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi bahaya seperti awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Tidak diperkenankan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dan jarak tertentu dari puncak gunung. Daerah yang berjarak lima kilometer dari kawah atau puncak juga diimbau untuk dihindari sementara waktu. Selain itu, aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai dan lahar dari gunung Semeru juga perlu diwaspadai. Jadi, sangat penting bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk mematuhi semua rekomendasi yang diberikan untuk menjaga keselamatan mereka.
Gunung Semeru Erupsi Dua Kali: Tinggi Letusan 1.000 Meter





