Brasil telah menerapkan kebijakan baru untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya di media sosial. Langkah ini diambil menyusul skandal dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di platform seperti Instagram. Sesuai dengan undang-undang yang telah disahkan tahun lalu, kebijakan tersebut mulai berlaku pekan ini di negara tersebut yang memiliki lebih dari 212 juta jiwa.
Dalam aturan terbaru tersebut, remaja berusia hingga 16 tahun diwajibkan mengaitkan akun media sosial mereka dengan akun orang tua atau wali yang sah. Platform digital juga diwajibkan menerapkan sistem verifikasi usia yang andal untuk mencegah pengguna di bawah 18 tahun mengakses konten terlarang.
Direktur Otoritas Perlindungan Data Nasional Brasil, Iage Miola, menegaskan bahwa deklarasi mandiri sebagai mekanisme verifikasi usia tidak lagi diperbolehkan. Meski demikian, pemerintah belum merinci secara teknis bagaimana mekanisme verifikasi usia tersebut akan diterapkan oleh platform digital.
Upaya Brasil dalam memperketat regulasi media sosial merupakan langkah yang diambil untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif algoritma yang adiktif. Beberapa negara bahkan telah lebih jauh dengan melarang akses media sosial bagi anak-anak atau mewajibkan persetujuan orang tua. Dengan kebijakan baru ini, Brasil berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi generasi muda di tengah pertumbuhan penggunaan media sosial yang pesat.



