Netanyahu: Israel Lebih Kuat Pasca Perang Lawan Iran

by -53 Views

Pada Kamis, 12 Maret, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers di mana dia mengklaim bahwa negaranya menjadi lebih kuat karena adanya perang Israel-Amerika Serikat melawan Iran. Netanyahu menyatakan bahwa Iran telah menerima pukulan besar setelah serangkaian serangan Israel-AS yang berhasil menghantam Iran. Dampak dari serangan tersebut juga terasa signifikan pada pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi Basij.

Menurut Netanyahu, serangan yang dimulai pada 28 Februari berhasil menggagalkan upaya Iran untuk memindahkan proyek nuklir dan rudal balistiknya ke fasilitas bawah tanah. Ketika ditanya tentang Ayatollah Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, Netanyahu mengaku tidak akan memberikan jaminan keselamatan bagi keduanya.

Netanyahu juga menyebut Khamenei sebagai ‘boneka’ Garda Revolusi yang tidak bisa muncul di hadapan publik, karena hanya mengeluarkan pernyataan melalui siaran televisi pemerintah yang dibacakan oleh seorang pembawa berita. Dia juga memberikan pesan kepada warga Iran yang telah turun ke jalan memprotes pemerintah mereka, bahwa keputusan ada di tangan mereka.

Di sisi lain, Iran melakukan serangan drone dan rudal ke beberapa negara Teluk, yang mengakibatkan beberapa terminal minyak dihentikan operasinya dan merusak kesan keamanan kawasan tersebut. Iran mempertahankan serangannya dengan menyatakan bahwa targetnya hanya aset Amerika Serikat di wilayah tersebut, namun negara-negara tetangganya menilai serangan tersebut merusak kepercayaan yang telah dibangun sebelumnya.

Pada Rabu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang diajukan oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang mengecam serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania, serta menuntut Teheran untuk segera menghentikan permusuhan. Netanyahu juga menyatakan bahwa perang dengan Iran telah membuka peluang bagi Israel untuk membangun aliansi baru di Timur Tengah.

Source link