Pada Rabu, 11 Maret 2026, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memimpin uji tembak rudal jelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon, dengan kehadiran putrinya, Kim Ju Ae. Acara ini menarik perhatian publik terutama saat melihat reaksi dan ekspresi Kim Ju Ae yang terlihat gembira selama uji coba berlangsung. Kim Jong Un mengamati acara tersebut melalui video pada Selasa dan menekankan pentingnya mempertahankan penangkal perang nuklir yang kuat dan dapat diandalkan.
Uji tembak dari kapal perusak yang sama dilakukan oleh Korea Utara pekan sebelumnya menjelang pengoperasian kapal tersebut. Korea Utara telah lama mengecam latihan gabungan militer antara Seoul dan Washington, namun latihan tersebut dianggap bersifat defensif oleh pihak Korea Selatan dan Amerika Serikat. Rudal jelajah yang diluncurkan dalam uji coba terbaru terbang sepanjang orbit di atas Laut Kuning selama 10.116 hingga 10.138 detik dan berhasil mengenai target yang ditentukan.
Kim Jong Un menyatakan kepuasannya atas keberhasilan uji coba tersebut, yang membuktikan keandalan sistem kontrol nasional untuk senjata strategis dan keunggulan sistem tempur kapal perusak. Ia juga menekankan perlunya meningkatkan kemampuan anti-kapal dan serangan strategis dengan memasang meriam otomatis laut pada kapal cepat di bawah 3.000 ton serta menambahkan sistem senjata supersonik pada kapal perusak 5.000 ton hingga 8.000 ton.
Korea Utara memperkenalkan kapal perusak serbaguna 5.000 ton, Choe Hyon, pada April tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat kekuatan angkatan laut. Kapal ini dilengkapi dengan rudal jelajah strategis supersonik, rudal balistik taktis, dan sarana serang lainnya.





