Pada hari ke-13 konflik, perhatian terpusat pada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah munculnya rumor mengenai serangan rudal dan drone dari Iran yang menimpa dirinya dan keluarganya. Militer Iran bahkan menyatakan bahwa Netanyahu mungkin tewas atau terluka dalam serangan tersebut, yang memicu spekulasi global tentang keberadaannya. Media di Tehran mulai membahas ketidakjelasan kondisi Netanyahu, dengan spekulasi mengenai jarangnya penampilannya di depan publik dan penundaan perjalanan diplomatik mendadak. Meskipun klaim tentang kematiannya tersebar luas di media sosial, tidak ada laporan resmi yang membenarkan bahwa Netanyahu atau saudaranya menjadi korban serangan udara Iran, termasuk informasi keliru tentang luka-luka Menteri Keamanan Nasional Israel.
Netanyahu dipastikan masih hidup, meskipun terdapat rumor yang menduga dia meninggalkan Israel ke Jerman setelah serangan ke Tehran. Namun, penampilan publiknya di Tel Aviv setelahnya membantah kabar-kabar tersebut. Pada Selasa, 9 Maret, Netanyahu terlihat di Pelabuhan Ashdod bersama Menteri Transportasi Israel, Miri Regev. Hal ini membantah klaim yang mengatakan bahwa Netanyahu menjadi target serangan Iran, serta mendukung fakta bahwa ia masih aktif secara publik di dalam negeri.





