Pada Rabu, 11 Maret 2026, Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, memberikan ancaman keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Larijani menegaskan pesannya setelah Trump mengancam Iran dengan serangan yang lebih dahsyat jika Iran tetap menutup Selat Hormuz. Trump melalui media sosialnya, Truth, mengatakan akan membalas Iran dengan kekerasan 20 kali lipat dari yang telah mereka alami sebelumnya. Dia juga menyatakan akan menghancurkan target-target yang membuat Iran sulit untuk dibangun kembali sebagai negara. Menyusul ancaman tersebut, Larijani melalui media sosialnya menegaskan bahwa rakyat Iran tidak gentar terhadap ancaman Trump dan memperingatkan agar Trump berhati-hati. Ia juga menyampaikan bahwa nasib Selat Hormuz akan sangat bergantung pada sikap negara-negara yang terlibat dalam konflik di kawasan Teluk. Selat Hormuz, sebagai jalur laut strategis, dapat menjadi penentu perdamaian atau penderitaan bagi pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.
Awas! Hindari Ancaman Hilangnya Identitas Online Anda





