Perdebatan AS-Iran Nuklir dan Inisiatif Reaktor Bill Gates

by -51 Views

Regulator nuklir Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pembangunan reaktor nuklir kecil TerraPower yang didukung oleh Bill Gates di Wyoming, AS. Keputusan ini dipandang sebagai langkah pertama dalam mendukung pabrik yang diharapkan dapat beroperasi dengan menggunakan bahan bakar uranium khusus yang lebih diperkaya. Komisi Regulasi Nuklir (NRC) menerbitkan persetujuan pertama untuk reaktor komersial dalam satu dekade ini.

Persetujuan ini diberikan untuk reaktor berpendingin natrium 345-megawatt TerraPower yang direncanakan akan dibangun di Kemmerer, bagian barat negara bagian Wyoming. TerraPower berencana untuk memulai konstruksi dalam beberapa minggu dan nantinya mengajukan permohonan lisensi operasi ke NRC pada akhir 2027 atau awal 2028. Pabrik ini juga mencakup sistem penyimpanan energi yang dapat meningkatkan output hingga 500 MW.

Presiden Donald Trump sendiri berambisi untuk melipatgandakan kapasitas tenaga nuklir AS menjadi 400 gigawatt pada tahun 2050. Hal ini memicu perintah eksekutif untuk mempercepat proses izin NRC dari biasanya berlangsung beberapa tahun menjadi hanya 18 bulan. Reaktor Natrium diharapkan akan menggunakan bahan bakar high-assay low-enriched uranium (HALEU) yang diklaim bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar. Departemen Energi AS juga memberikan dana sebesar US$900 juta kepada beberapa pihak untuk mengembangkan HALEU domestik.

Meskipun demikian, AS dan Israel telah meluncurkan serangan bersama ke Iran, menuduh Iran tengah menimbun rudal dan drone untuk melindungi program nuklir mereka. Sementara AS terus menekankan dugaan persenjataan nuklir Iran, pihak Iran selalu membantah, menyatakan bahwa program nuklir mereka untuk tujuan damai. Rubio bahkan menekankan AS menyambut pergantian rezim di Iran, yang sebelumnya telah menjadi ajang retorika Trump.

Source link