Personel gabungan telah berhasil mengamankan belasan wanita malam serta puluhan botol minuman keras dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengungkapkan bahwa dalam operasi tersebut, terdapat sekitar delapan hingga sepuluh orang wanita malam yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan dua laki-laki yang diduga sebagai pengguna atau preman. Operasi pekat ini dilakukan pada pukul 22.15 WIB sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif selama bulan Ramadhan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Tim dari Pemerintah Kota Jakarta Timur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial turut mendukung operasi di wilayah Kecamatan Ciracas. Tujuan dilakukannya operasi ini adalah untuk menertibkan penyakit masyarakat yang masih marak terutama di sekitar kawasan GOR Ciracas. Operasi dilakukan juga sebagai respon terhadap keluhan masyarakat di media sosial terkait stillnya aktivitas prostitusi dan peredaran minuman keras di kawasan tersebut, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.
Personel yang berhasil diamankan akan selanjutnya dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Meskipun kawasan tersebut sebenarnya tidak memiliki lokasi khusus prostitusi, namun keberadaan pedagang kaki lima di sekitar tembok GOR Ciracas sering dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul yang kemudian memicu aktivitas tersebut. Untuk mencegah kembali munculnya aktivitas serupa, terutama selama bulan Ramadhan, pihak kecamatan berencana untuk meningkatkan frekuensi operasi penertiban. Tujuannya adalah agar situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.





