Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, ketika aksi premanisme kelompok yang mengaku sebagai debt collector menyerang seorang pengendara sepeda motor. Kejadian ini terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 05.10 WIB, ketika pengendara tidak dikenal sedang dalam perjalanan menuju Tangerang. Korban tidak segera melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian Kalideres meskipun Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti informasi tersebut.
Masyarakat di kawasan Daan Mogot mulai mengkhawatirkan jumlah aksi premanisme yang marak dengan kedok “mata elang” (matel). Untuk merespons kekhawatiran tersebut, Kapolsek Rihold menegaskan bahwa pengawasan di sepanjang Jalan Daan Mogot akan diperketat. Tim Opsnal Unit Reskrim juga akan meningkatkan patroli keamanan di area tersebut untuk mencegah terjadinya kekerasan dan perampasan sepeda motor.
Seorang korban bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang, menjadi sasaran serangan dari komplotan preman tersebut. Dalam video yang diunggah di Instagram, korban menceritakan bagaimana ia diserang oleh empat pelaku yang mengklaim sebagai debt collector. Mereka menuduh korban menunggak cicilan sepeda motor selama berbulan-bulan, meski korban membantah tuduhan tersebut.
Kejadian berlanjut dengan intimidasi dan kekerasan fisik terhadap korban hingga akhirnya korban didorong ke sungai yang berada di sekitar Jalan Daan Mogot. Dalam keadaan tak berdaya, korban harus menyaksikan sepeda motor dan barang berharganya dirampas oleh komplotan tersebut. Barang-barang berharga seperti dompet, HP, dan kartu identitas hilang bersama sepeda motor korban.
Kejadian tragis ini menjadi peringatan bagi masyarakat Jakarta Barat untuk waspada terhadap aksi premanisme yang semakin meresahkan. Kepolisian perlu bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.





