Tanggapan Polisi terhadap Coretan Hijab Polwan: Analisis Mendalam

by -29 Views

Polda Metro Jaya memberikan tanggapan terhadap aksi seorang mahasiswa yang mencoret kain penutup kepala (jilbab) Polwan saat berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Mabes Polri pada Jumat (27/2). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, kain penutup kepala yang digunakan oleh personel Polwan merupakan bagian penting dari kelengkapan berpakaian dengan fungsi sebagai penutup aurat, sehingga harus dihormati dan tidak digunakan sebagai sarana ekspresi yang provokatif. Ia juga mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan dengan adab yang lebih baik, tanpa merendahkan martabat orang lain atau menciptakan potensi kerusuhan.

Budi menegaskan bahwa Polri menghargai hak warga dalam menyampaikan pendapat, namun prosesnya harus tetap berlangsung dengan tertib, sopan, dan etis. Dia juga menekankan bahwa petugas Polri di lapangan melayani kegiatan demonstrasi dengan humanis, namun cara menyampaikan aspirasi harus tetap menjunjung etika dan menghormati pihak lain. Budi juga memberikan apresiasi terhadap mahasiswa atas pelaksanaan kegiatan demonstrasi yang berlangsung damai pada Jumat (27/2), meskipun ada oknum mahasiswa yang melakukan tindakan tidak pantas terhadap anggota Polri.

Polda Metro Jaya telah mengerahkan sebanyak 3.992 personel untuk mengamankan kegiatan demonstrasi di depan Mabes Polri pada hari yang sama. Personel tersebut terdiri dari 3.093 personel Polda Metro Jaya dan ditambah personel dari polres jajaran. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kegiatan demonstrasi berjalan tertib serta menjaga kondusivitas aktivitas masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan. Sebelumnya, beredar informasi tentang aksi demonstrasi terkait kasus kematian siswa madrasah oleh anggota Brimob yang digelar di Mabes Polri.

Dalam sebuah video yang beredar, terlihat seorang mahasiswi mengambil kain penutup kepala dari salah satu personel Polwan dan menuliskan tulisan yang kurang pantas pada kain putih itu. Aksi tersebut kemudian diabadikan melalui dokumentasi yang dilakukan oleh mahasiswi tersebut. Hal ini memberikan pembelajaran bahwa kesabaran dapat menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta dapat dikendalikan.

Source link