Studi terbaru menunjukkan bahwa Bulan terus menyusut, memicu aktivitas tektonik baru yang berpotensi menyebabkan gempa Bulan (moonquake) yang berdampak pada lingkungan permukaannya. Para peneliti dari tim National Air and Space Museum telah menyusun peta global pertama bukit kecil di laut Bulan sebagai bukti aktivitas tektonik aktif. Ini merupakan hasil penelitian yang terbit di The Planetary Science Journal pada Rabu (18/2), mengungkapkan bahwa bukit-bukit ini relatif muda dan tersebar luas di seluruh lunar maria.
Sementara itu, perbedaan antara gempa Bulan dan Bumi adalah bahwa meskipun keduanya mengalami kekuatan tektonik, Bulan tidak memiliki tektonik lempeng seperti Bumi. Bulan hanya memiliki tegangan yang menumpuk di dalam kerak tunggal dan terus-menerus, menghasilkan bentuk permukaan yang khas seperti lobate scarps. Penelitian lain menunjukkan bahwa Bulan mengalami penyusutan secara bertahap yang terindikasi melalui bukit-bukit kecil di laut Bulan (SMRs). SMRs terbentuk dari gaya kompresi yang sama dengan punggung bergelombang dan ditemukan di lunar maria.
Katalog komprehensif pertama tentang SMR telah disusun oleh tim peneliti, mengidentifikasi 1.114 segmen SMR yang belum teridentifikasi di sisi dekat maria Bulan. Usia rata-rata SMR sekitar 124 juta tahun, hampir sama dengan usia lobate scarps. Data ini memberikan gambaran yang jauh lebih jelas tentang kontraksi dan evolusi tektonik bulan yang baru-baru ini. Selain itu, wujud baru potensi gempa Bulan menjadi sorotan berkat pemetaan sumber gempa bulan yang baru teridentifikasi. Pemahaman yang lebih baik tentang aktivitas tektonik Bulan akan mendukung keselamatan dan kesuksesan misi eksplorasi Bulan di masa depan.





