NASA telah resmi menunda peluncuran misi berawak ke Bulan dalam program Artemis yang seharusnya dilakukan pada bulan Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah tim teknis menemukan masalah pada sistem roket yang dianggap sangat penting untuk menjaga keselamatan peluncuran. Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan bahwa ada gangguan dalam aliran helium menuju roket raksasa Space Launch System (SLS) yang berperan krusial dalam membersihkan mesin roket dan memberikan tekanan pada tangki bahan bakar.
Dengan adanya gangguan ini, jendela peluncuran Maret tidak lagi dipertimbangkan. NASA kini mempertimbangkan peluncuran pada awal atau akhir bulan April sebagai alternatif. Penundaan ini datang di tengah persaingan eksplorasi antariksa yang semakin sengit dengan China, yang menargetkan misi berawak ke Bulan paling lambat pada tahun 2030.
Program Artemis telah menghadapi serangkaian penundaan sejak awal, termasuk misi tanpa awak Artemis 1 yang baru terlaksana pada November 2022 setelah beberapa kali penundaan. Meskipun demikian, Artemis 2 diharapkan menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak lebih dari setengah abad yang lalu. Meski terjadi penundaan, NASA menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalani eksplorasi antariksa. Kecilnya satu masalah bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu misi bersejarah.





