Honda memulai pramusim MotoGP 2026 dengan hasil positif setelah menyelesaikan shakedown di sirkuit Sepang. Terdapat peningkatan yang menarik pada RC213V, yang juga terbukti selama tes kolektif pertama musim dingin ini. Namun, meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait posisi Honda di awal musim. Salah satu referensi utama HRC dalam tes Malaysia adalah Joan Mir, juara MotoGP 2020. Mir berhasil mencatat waktu terbaik di hari kedua, meskipun dalam kondisi hujan. Selama ‘time attack’ dan simulasi balapan, Mir menyelesaikan dengan waktu kesembilan terbaik, menunjukkan peningkatan meskipun belum cukup untuk bersaing dengan Ducati yang memimpin dominasi kelas utama.
Joan Mir sendiri mengakui kemajuan Honda setelah tes tersebut tetapi tetap realistis bahwa mereka belum siap bersaing dengan Desmosedici. Alberto Puig, manajer tim pabrikan Honda, juga menyatakan optimisme terhadap performa RC213V setelah tes di Sepang. Menurut Puig, Honda berhasil meningkatkan performa motor dalam beberapa aspek yang sangat positif, meskipun tidak menargetkan kemenangan sebagai tujuan utama. Sebagai gantinya, Puig menyatakan bahwa target mereka adalah untuk masuk ke posisi enam atau tujuh teratas secara konsisten, bersaing di podium, dan berada di grup depan.
Selain itu, perhatian terhadap peningkatan Honda juga datang dari Dani Pedrosa, yang kini menjadi penguji KTM. Dalam analisisnya, Pedrosa juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Honda, terutama dalam putaran cepat dan kecepatan puncak. Secara keseluruhan, Honda dinilai telah melakukan perubahan positif dalam mesin dan catatan waktunya semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa Honda sedang berusaha keras untuk membuat mesin yang lebih kompetitif di musim baru MotoGP 2026.





