Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat tentang peningkatan curah hujan hingga 21 Februari karena beberapa fenomena atmosfer, salah satunya adalah penguatan Monsun Asia. Menurut BMKG, fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis menyebabkan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa analisis menunjukkan penguatan Monsun Asia membawa aliran angin baratan yang dominan mempercepat pertumbuhan awan di wilayah barat dan selatan Indonesia. Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase Indian Ocean serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya konvergensi angin, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri. Wilayah yang perlu diwaspadai hari ini meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan.
Pada tanggal 20-21 Februari, potensi hujan masih berlanjut terutama di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Lebih lanjut, Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
BMKG mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko. Selain itu, pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan juga dihimbau untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas guna menjaga keselamatan perjalanan.





