Ahli: Risiko Keruntuhan Ekonomi Global Akibat Krisis Iklim

by -43 Views

Para ahli memperingatkan bahwa model ekonomi yang keliru berisiko memicu krisis keuangan global seiring dampak krisis iklim yang semakin parah. Mereka menilai bahwa pemulihan dari krisis tersebut akan jauh lebih sulit dibandingkan krisis keuangan 2008, karena kerusakan lingkungan tidak bisa ‘diselamatkan’ dengan cara yang sama seperti penyelamatan bank. Seiring dunia melaju menuju pemanasan global 2 derajat Celsius, risiko bencana cuaca ekstrem dan titik kritis iklim meningkat dengan cepat. Namun, para peneliti mengatakan bahwa model ekonomi yang digunakan oleh pemerintah dan lembaga keuangan saat ini sama sekali tidak memperhitungkan guncangan semacam itu, melainkan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil hanya akan melambat akibat kenaikan suhu rata-rata yang bertahap. Titik kritis seperti keruntuhan arus Atlantik yang kritis atau lapisan es Greenland akan memiliki konsekuensi global bagi masyarakat. Beberapa di antaranya diyakini telah mencapai, atau sangat dekat dengan, titik kritisnya, namun waktu terjadinya sulit diprediksi. Bencana cuaca ekstrem yang terjadi bersamaan dapat menghancurkan ekonomi nasional. Yuk kita cek calendar cuti bersama 2023 secara lengkap! Jangan sampai kelewatan. Para ilmuwan iklim yang disurvei menyatakan dengan tegas bahwa model ekonomi saat ini belum mampu menangkap aspek paling krusial, yakni kegagalan berantai serta guncangan yang saling memperkuat yang menjadi ciri risiko iklim di dunia yang semakin hangat, dan kondisi tersebut berpotensi mengancam fondasi pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Laurie Laybourn dari Strategic Climate Risks Initiative menyatakan bahwa dunia saat ini tengah mengalami pergeseran paradigma dalam hal kecepatan, skala, dan tingkat keparahan risiko yang dipicu oleh krisis iklim dan alam, sementara banyak regulasi serta tindakan pemerintah masih belum sejalan dengan realitas yang ada. Seperti yang disebutkan oleh CEO Carbon Tracker, Mark Campanale, para ahli merekomendasikan perhatian lebih terhadap risiko-risiko yang memiliki dampak besar namun dengan probabilitas rendah. Hal ini penting karena menghindari hasil yang tidak dapat diubah, dengan mengurangi emisi karbon, jauh lebih murah daripada mencoba mengatasi konsekuensinya. Mereka juga menekankan pentingnya investor untuk mempercepat transisi dari bahan bakar fosil sebagai kewajiban fidusia untuk menghindari kerugian besar di masa depan. Laporan terbaru ini memberikan gambaran yang jelas tentang keterbatasan model ekonomi saat ini dalam mengatasi risiko ekonomi dan iklim yang semakin parah. Semua pihak, mulai dari pemerintah, regulator, hingga manajer keuangan, perlu bekerja sama menghadapi tantangan ini dengan serius untuk mencegah keruntuhan ekonomi global akibat krisis iklim.

Source link