Uni Eropa kembali menyorot praktik bisnis raksasa teknologi, kali ini dengan sasaran Meta. Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu menghadapi ancaman tindakan dari Komisi Eropa setelah membatasi chatbot kecerdasan buatan di WhatsApp dan hanya mengizinkan Meta AI sebagai asisten yang bisa dipakai di platform tersebut.
Komisi Eropa Nilai Ada Pelanggaran Persaingan
Dalam pernyataan pada Senin, Komisi Eropa menyebut WhatsApp Business melanggar aturan anti-monopoli Uni Eropa karena memberi keistimewaan pada Meta AI dan menutup akses bagi penyedia AI lain. Otoritas UE menilai Meta memanfaatkan posisinya yang dominan di pasar pesan instan untuk membatasi kompetisi.
Menurut Komisi, praktik seperti ini berpotensi menimbulkan kerusakan serius yang sulit dipulihkan di pasar. Mereka juga menyoroti peran WhatsApp sebagai jalur penting bagi chatbot AI untuk menjangkau pengguna, termasuk layanan seperti ChatGPT milik OpenAI.
Ketegangan Regulasi dengan Perusahaan Teknologi AS
Peringatan dari Brussel ini muncul di tengah hubungan yang memanas antara Uni Eropa dan pemerintahan Donald Trump soal pengawasan terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. UE berencana memperketat penegakan aturan anti-monopoli, sementara pihak Trump menilai langkah-langkah semacam itu diskriminatif terhadap perusahaan AS.
Seorang komisaris Eropa menegaskan bahwa pasar yang berfungsi dengan baik harus dijaga tetap stabil. Bagi UE, persoalan ini bukan sekadar soal fitur di aplikasi, tetapi juga soal akses yang adil bagi pelaku usaha lain di ekosistem digital.
Meta Menolak Intervensi UE
Meta tidak tinggal diam. Juru bicara perusahaan menilai tidak ada dasar bagi Uni Eropa untuk ikut campur dalam bisnis API WhatsApp. Menurut Meta, pengguna tetap memiliki banyak pilihan AI dari berbagai platform, sehingga pembatasan tersebut tidak seharusnya dipersoalkan oleh regulator.
Perselisihan ini menambah panjang daftar benturan antara Uni Eropa dan perusahaan teknologi besar asal AS. Di tengah dorongan regulasi yang makin ketat, keputusan soal akses AI di WhatsApp kini menjadi salah satu titik panas baru dalam pengawasan pasar digital global.





