Konvensi Nasional Media Massa 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Banten, khususnya di Serang, pada Minggu, 8 Februari 2026, mengambil perhatian dalam memperkuat masa depan jurnalisme di era digital. Kolaborasi antara Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Google terwujud dalam sesi Google News Initiative (GNI), yang menjadi bagian strategis dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara ini dihadiri oleh insan pers nasional, akademisi, dan mahasiswa, yang bertujuan untuk membahas tantangan besar dalam industri jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Konvensi ini, yang berlangsung di Aston Hotel dan Convention Serang, bukan hanya menjadi ruang pertemuan penting bagi para pemangku kepentingan media, tetapi juga forum diskusi dan penguatan kapasitas media. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan generasi jurnalis masa depan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Disrupsi teknologi, terutama dampak dari artificial intelligence (AI) terhadap praktik jurnalisme, menjadi sorotan dalam forum tersebut. Peserta diajak untuk memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan nilai-nilai jurnalistik yang mendasar.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan. Google News Initiative diakui sebagai ruang strategis untuk menjaga kualitas jurnalisme di tengah arus informasi yang semakin deras dan risiko misinformasi yang semakin meningkat. Menurut Nezar, jurnalisme berkualitas harus dihasilkan melalui ekosistem yang solid, yang melibatkan industri media, jurnalis, platform digital, dan dunia akademik.
Pentingnya memposisikan artificial intelligence sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia dalam proses jurnalistik, juga ditekankan oleh Nezar. Pembicaraan tentang bagaimana AI dapat menjadi mitra manusia dalam menjaga kualitas dan akurasi jurnalisme, tanpa menghilangkan aspek manusiawi dalam pengambilan keputusan dan verifikasi, menjadi inti dari forum tersebut. Kolaborasi dan penggunaan teknologi sebagai alat pendukung menjadi kunci dalam memastikan masa depan jurnalisme yang berkualitas dan terpercaya.





