Promo Bithumb: Kirim Bitcoin Rp717 T ke Pengguna!

by -145 Views

Bithumb, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, mendadak jadi sorotan setelah kesalahan teknis dalam program promosi justru membuat ratusan pengguna menerima transfer bitcoin dalam jumlah yang tidak semestinya. Alih-alih mengirim hadiah kecil bernilai ribuan won, platform itu tanpa sengaja mengirim aset digital bernilai sangat besar pada Jumat (6/2).

Transfer promosi berubah jadi kekeliruan besar

Menurut laporan Yonhap pada Sabtu (7/2), Bithumb awalnya berniat membagikan sekitar 2.000 won atau setara Rp23.026 kepada setiap pelanggan sebagai bagian dari promosi. Namun, terjadi kesalahan dalam proses distribusi sehingga sekitar 695 pengguna justru menerima transfer sekitar 2.000 bitcoin per orang. Jika dihitung secara total, jumlah yang sempat terkirim disebut mencapai 620 ribu bitcoin atau sekitar Rp717 triliun.

Bithumb kemudian bergerak cepat dengan membekukan transaksi dan penarikan dana bagi akun yang terdampak. Langkah itu dilakukan hanya dalam waktu 35 menit setelah masalah terdeteksi. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf atas kebingungan yang muncul selama pelaksanaan program tersebut.

99,7 persen aset berhasil ditarik kembali

Dalam keterangannya, Bithumb menyebut telah mengembalikan 99,7 persen bitcoin yang sempat terkirim secara keliru. Sisa aset yang belum kembali akan ditutup menggunakan dana milik perusahaan sendiri. Pihak bursa juga menyatakan bahwa seluruh bitcoin yang salah kirim berhasil dipulihkan dalam waktu sekitar lima menit.

Meski begitu, insiden ini sempat mengguncang harga bitcoin di platform Bithumb. Grafik perdagangan menunjukkan penurunan sementara hingga 17 persen, sebelum akhirnya situasi kembali terkendali. Pada Jumat malam, harga bitcoin di platform tersebut tercatat berada di level 81,1 juta won.

Bithumb bantah ada serangan eksternal

Bithumb menegaskan bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh peretasan maupun pelanggaran keamanan dari pihak luar. Dengan kata lain, masalah berasal dari kesalahan internal dalam proses pengiriman promosi, bukan dari serangan terhadap sistem mereka.

Di saat yang sama, pasar bitcoin memang sedang berada dalam tekanan. Aset kripto terbesar itu disebut ikut melemah dalam sepekan terakhir setelah kemenangan Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan pada November 2024 memicu dinamika baru di pasar kripto global. Namun, untuk kasus Bithumb, perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut murni kesalahan operasional.

Seperti dilaporkan Yonhap, Bithumb kini berupaya memastikan kejadian serupa tidak terulang, terutama karena kesalahan kecil dalam distribusi aset digital bisa langsung berdampak besar pada pengguna dan pergerakan pasar.