Surabaya — Menjelang potensi lonjakan mobilitas pada Lebaran 2026, Jasa Raharja memilih bergerak lebih awal. Perusahaan pelindung masyarakat itu ikut dalam Apel Persiapan Pengamanan Lebaran 2026 yang digelar PT Jasa Marga di Traffic Information Center Wilayah Timur, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 6 Februari 2026. Langkah ini menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan balik tak bisa hanya bertumpu pada satu pihak, melainkan membutuhkan kerja bersama sejak tahap awal.
Koordinasi Diperkuat Sebelum Arus Mudik Memuncak
Apel persiapan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah para pemimpin perusahaan dan instansi terkait. Fokusnya jelas: memastikan kesiapan pengamanan lalu lintas sebelum kepadatan kendaraan benar-benar terjadi. Sejumlah persiapan telah dilakukan sebelumnya, termasuk survei lapangan dan koordinasi lintas pihak, agar potensi hambatan di jalur mudik bisa diantisipasi lebih cepat.
Dalam momentum itu, Jasa Raharja menegaskan dukungannya terhadap upaya pengamanan Lebaran yang lebih terukur. Kehadiran perusahaan pelat merah ini juga menunjukkan bahwa perlindungan terhadap pengguna jalan tidak berhenti pada penanganan setelah kecelakaan terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan risiko di lapangan.
Fokus pada Keselamatan dan Penurunan Risiko Kecelakaan
Jasa Raharja menempatkan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama dalam musim mudik dan balik Idulfitri. Dengan pola perjalanan yang biasanya meningkat tajam, risiko kecelakaan lalu lintas juga ikut naik. Karena itu, sinergi dengan Jasa Marga dan pihak terkait dipandang penting untuk menjaga kelancaran sekaligus menekan potensi insiden di jalan.
Perusahaan tersebut juga menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang berperan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dalam praktiknya, komitmen itu diarahkan pada layanan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan publik, terutama saat masyarakat membutuhkan rasa aman di perjalanan.
Budaya Tertib Berlalu Lintas Jadi Target Jangka Panjang
Lebih dari sekadar kesiapan menghadapi Lebaran, langkah Jasa Raharja ini membawa pesan yang lebih luas: keselamatan jalan raya harus dibangun sebagai kebiasaan. Upaya pengamanan yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, seluruh pihak yang terlibat menyatakan kesiapan untuk bekerja sama menjaga keamanan masyarakat selama musim Lebaran. Dengan persiapan yang lebih awal, harapannya risiko kecelakaan bisa ditekan dan perlindungan terhadap korban lalu lintas dapat berjalan lebih optimal.





