Toto Wolff memilih meredam hiruk-pikuk yang kembali menyertai regulasi power unit Formula 1 2026. Prinsipal Mercedes itu menegaskan bahwa timnya tidak sedang bermain di area abu-abu seperti yang dituduhkan sebagian pihak, dan ia berharap perdebatan soal legalitas mesin tak terus mengalihkan perhatian dari hal yang paling penting: performa di lintasan.
Mercedes Tegaskan Mesin Sudah Sesuai Aturan
Isu mengenai dugaan manipulasi rasio kompresi sempat menyeret nama Mercedes dalam diskusi teknis jelang era mesin baru F1. Namun Wolff menolak anggapan bahwa timnya melanggar ketentuan. Ia menekankan bahwa power unit Mercedes dibuat mengikuti regulasi yang berlaku, sehingga status legalitasnya tidak semestinya diperdebatkan lagi.
Di sisi lain, sejumlah rival seperti Honda dan Ferrari disebut masih belum sepakat dengan arah keputusan yang diambil. Kendati demikian, Mercedes tetap yakin bahwa rancangan mesin mereka sah dan tidak menabrak aturan yang sudah ditetapkan.
Wolff Nilai Perdebatan Ini Hanya Mengganggu
Menurut Wolff, pembahasan yang berlarut-larut justru tidak membantu siapa pun. Ia menilai proses seperti ini hanya memecah fokus dan menciptakan gangguan di tengah persiapan menuju musim baru. Karena itu, ia mendorong agar energi tim-tim F1 kembali diarahkan ke persaingan sebenarnya, bukan ke saling curiga soal teknis yang belum tentu berujung pada perubahan berarti.
Wolff juga ingin agar kejelasan aturan segera tercapai sebelum musim dimulai, sehingga tidak ada lagi ruang untuk tafsir yang berbeda di antara para peserta.
FIA Didorong Segera Beri Kepastian
Masalah ini kini berada di tangan FIA. Otoritas balap dunia itu diharapkan menuntaskan pembahasan sebelum lampu hijau musim 2026 menyala, agar seluruh tim memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi power unit.
Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis, sebelumnya juga menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan semua tim memahami aturan dengan benar sebelum balapan dimulai. Bagi Wolff, kepastian seperti itu jauh lebih penting daripada terus memelihara polemik yang tak kunjung selesai.



