Bunga bangkai Amorphophallus titanum raksasa diperkirakan akan mekar secara penuh hari ini di Kebun Raya Bogor. Tanaman langka asal Sumatra ini terakhir kali mekar 12 tahun yang lalu pada tahun 2014. Fenomena langka ini menarik minat publik dan para peneliti. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, secara langsung memantau perkembangan bunga bangkai tersebut.
Menurut keterangan resmi BRIN, pada Sabtu (31/1), tinggi bunga bangkai tersebut mencapai 120 sentimeter dengan diameter kuncup sekitar 21 sentimeter. Arif menyatakan bahwa momen langka ini dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi masyarakat yang ingin memahami kekayaan biodiversitas Indonesia. Amorphophalius titanum termasuk dalam spesies yang dilindungi dan dinyatakan sebagai Endangered Species atau spesies langka oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Arif menyampaikan dalam keterangan resminya bahwa pola pemekaran bunga bangkai ini masih belum teratur, sehingga para peneliti terus berusaha memahami pola tersebut. Bunga bangkai Titan arum merupakan tumbuhan berbunga dari keluarga Araceae, tumbuhan endemik yang hanya terdapat di hutan hujan di pulau Sumatra, Indonesia. Bunga ini mekar dalam waktu singkat dan mengeluarkan bau busuk yang kuat untuk menarik penyerbuk, sehingga dikenal dengan sebutan bunga mayat atau tanaman mayat.
Bunga Titan arum pertama kali berbunga di Kebun Raya pada tahun 1889 dan sejak itu, banyak kebun raya lain yang juga menanam tanaman ini. Kebun Raya Bogor memiliki sembilan jenis bunga bangkai yang ditanam sejak tahun 1992. Arif berharap Kebun Raya Bogor bukan hanya menjadi tempat penelitian dan koleksi, tapi juga menjadi pusat edukasi konservasi yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keanekaragaman hayati di Indonesia.
Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan memerlukan pengelolaan yang baik. Melalui upaya menjaga dan mengelola kekayaan hayati ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya di mata dunia sebagai negara yang mampu merawat serta mengelola keanekaragaman hayati dengan baik. Oleh karena itu, kehadiran berbagai biodiversitas di Indonesia, termasuk di Kebun Raya, harus terus dipertahankan secara berkelanjutan.





