Lubang Mirip Sinkhole di Aceh: Penjelasan Ahli

by -147 Views

Lubang besar yang terus melebar di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bukan sekadar retakan tanah biasa. Fenomena ini kini menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi mengancam permukiman warga di sekitarnya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kondisi tersebut mirip sinkhole, meski penyebab dan mekanismenya tidak sepenuhnya sama dengan lubang ambles di wilayah batu gamping.

Mirip Sinkhole, tapi Terjadi di Material Vulkanik

Plt Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa sinkhole umumnya identik dengan kawasan karst atau batuan gamping. Namun, kasus di Pondok Balik menunjukkan bahwa material vulkanik juga bisa mengalami kerentanan serupa. Menurut dia, ada perbedaan pada proses terbentuknya, tetapi hasil akhirnya tetap sama: tanah ambles dan membentuk lubang yang terus berkembang.

Badan Geologi juga menilai gerakan tanah di lokasi itu sudah berlangsung cukup lama. Sejumlah faktor, mulai dari karakter batuan, kemiringan lereng, hingga aliran irigasi, disebut ikut memperbesar potensi perluasan lubang. Warga setempat bahkan sudah mengamati perubahan tersebut sejak beberapa tahun lalu, terutama saat musim hujan tiba.

Pergerakan Tanah Sudah Terjadi Sejak Lama

BPBD Aceh Tengah menyampaikan bahwa pergerakan longsoran tanah di wilayah Kampung Bah, Kecamatan Ketol, terus membesar sejak awal 2000-an. Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan gejala pergeseran tanah sudah terlihat bertahap sejak 2004 dan perlahan membentuk cekungan besar yang kini makin meluas.

Meski belum ada literatur pasti yang menjelaskan awal mula fenomena itu secara detail, perubahan di kawasan tersebut sudah nyata dirasakan warga. Dampaknya bahkan cukup besar hingga memicu relokasi permukiman dari Kampung Bah Serempah ke Kampung Serempah Baru pada 2013-2014. Setelah itu, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan untuk menangani dampak yang ditinggalkan pergerakan tanah tersebut.

Warga Diminta Tetap Waspada

Kasus di Pondok Balik menjadi pengingat bahwa ancaman geologi tidak selalu muncul di daerah yang secara umum dikenal rawan sinkhole. Dalam laporan Badan Geologi dan BPBD, kondisi lapangan menunjukkan bahwa kombinasi unsur alam dan faktor pemicu lokal bisa membuat lubang tanah terus berkembang jika tidak dipantau secara ketat.

Karena itu, pemantauan berkala dinilai penting agar warga sekitar mendapat informasi yang jelas dan bisa mengambil langkah antisipasi sejak dini. Informasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan BPBD Aceh Tengah menunjukkan bahwa penanganan fenomena ini tidak cukup hanya dengan observasi sesaat, melainkan perlu koordinasi lintas lembaga untuk menjaga keselamatan warga dan mencegah dampak yang lebih luas.