Istana Soal Surat Pengunduran Diri Tiga Komisioner OJK: Proses Berjalan

by -203 Views

Jakarta – Istana memastikan surat pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah diterima dan kini tengah diproses. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, dokumen itu ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto, lalu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Istana: Surat Sudah Masuk, Proses Berjalan

Prasetyo menegaskan pemerintah tidak tinggal diam atas pengunduran diri tersebut. Menurut dia, tahapan berikutnya tetap mengikuti prosedur resmi yang biasa dipakai dalam pergantian pejabat di lembaga negara. Setelah pengunduran diri ketiga komisioner itu ditetapkan, barulah pengisian posisi yang kosong bisa dilakukan.

Ia menyebut mekanisme tersebut dijalankan berdasarkan aturan yang berlaku, termasuk proses internal yang sebelumnya menghasilkan surat kepada Presiden. Dengan begitu, pergantian jabatan di tubuh OJK tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan mengikuti alur administrasi yang semestinya.

OJK Sudah Tetapkan Sejumlah Penugasan Baru

Di sisi lain, OJK sebelumnya telah menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. OJK juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan.

Penunjukan itu dilakukan melalui mekanisme internal OJK untuk menjaga organisasi tetap berjalan dan tugas pengaturan sektor jasa keuangan tidak terganggu. Efektivitas penugasan tersebut berlaku mulai 31 Januari 2026.

Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh, Istana Buka Suara

Selain soal OJK, Prasetyo juga membenarkan Presiden Prabowo Subianto sempat bertemu dengan sejumlah tokoh. Namun, ia membantah anggapan bahwa para tokoh yang hadir dalam pertemuan itu merupakan oposisi.

Penjelasan itu ikut menyita perhatian publik karena pertemuan para tokoh dengan Presiden kerap dibaca sebagai sinyal politik. Meski begitu, Istana memilih menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah bagian dari narasi oposisi yang ramai dibicarakan.