Donald Trump kembali jadi bahan pembicaraan setelah kebiasaannya memejamkan mata dalam rapat kabinet memunculkan dugaan bahwa ia tertidur. Namun, sang presiden AS justru memberi jawaban yang tak kalah nyeleneh: bukan tidur, melainkan bosan.
Trump Bantah Tertidur, Sebut Hanya Bosan
Dalam rapat kabinet terakhir pada Desember, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak sedang terlelap saat kamera menangkap momen matanya terpejam. Ia menyebut suasana rapat terasa membosankan dan membuatnya ingin segera mengakhiri agenda tersebut. Dengan gaya khasnya, Trump mencoba mematahkan anggapan bahwa dirinya kehilangan fokus di tengah rapat penting.
Meski kini berusia 79 tahun dan menjalani masa jabatan terakhir, Trump terus berusaha menunjukkan bahwa dirinya masih bugar dan punya stamina untuk memimpin. Namun, setiap kali ia terlihat menutup mata di forum publik, pertanyaan soal ketahanan fisiknya kembali mengemuka.
Rapat Dipangkas, Trump Ingin Lebih Singkat
Dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi itu, Trump juga memangkas format acara. Beberapa pejabat ditiadakan dari susunan rapat, begitu pula sesi tanya jawab dengan wartawan yang biasanya menjadi bagian dari agenda. Langkah ini membuat rapat berjalan lebih ringkas, seolah sejalan dengan keinginan Trump untuk tidak berlama-lama dalam forum yang ia anggap membosankan.
Pernyataan Trump tentang rasa bosan itu terdengar seperti pembelaan sekaligus sindiran terhadap format rapat yang menurutnya tidak menarik. Alih-alih memberi kesan defensif, jawabannya justru menambah warna pada citra Trump yang kerap tampil dengan komentar spontan dan tak terduga.
Isu Kebugaran Bukan Hanya Menempel pada Trump
Perdebatan soal stamina presiden bukan hal baru di Amerika Serikat. Ronald Reagan pernah menghadapi pertanyaan serupa saat masa kepemimpinannya, sementara isu kebugaran juga sempat membayangi Joe Biden. Pada 2024, Biden bahkan membatalkan pencalonan untuk masa jabatan kedua di tengah kekhawatiran pemilih terhadap kondisi kesehatannya.
Dalam konteks itu, sorotan terhadap Trump menunjukkan bahwa publik Amerika memang sangat peka terhadap tanda-tanda fisik para pemimpinnya. Sekali kamera menangkap mata yang terpejam, tafsir soal lelah, bosan, atau bahkan menurun kebugaran langsung mengiringinya.
Atribusi sumber: laporan mengenai komentar Trump ini bersumber dari pemberitaan yang mengulas responsnya atas tudingan tidur dalam rapat kabinet.





