Musim 2027 dipandang sebagai titik balik besar di MotoGP, dan Ducati sudah mulai menyiapkan jawaban sebelum aturan baru itu benar-benar berlaku. Di tengah dominasi yang masih mereka jaga hingga siklus regulasi saat ini berakhir pada 2026, pabrikan Borgo Panigale sadar bahwa peta persaingan bisa berubah drastis. Pengurangan kapasitas mesin, pembatasan aerodinamika, serta hilangnya perangkat pengatur ketinggian akan memaksa semua tim memulai dari pendekatan yang berbeda.
Ducati Tak Bisa Lagi Mengandalkan Formula Lama
Selama beberapa musim terakhir, Ducati menjelma menjadi tolok ukur di grid MotoGP. Perkembangan motor mereka begitu konsisten hingga sulit dikejar rival-rivalnya, meski Aprilia mulai menunjukkan ancaman. Dengan komposisi pembalap yang kuat, termasuk juara dunia sembilan kali, Ducati tetap berada di posisi favorit dalam persaingan saat ini.
Namun, keunggulan itu tidak otomatis terbawa ke era baru. Regulasi 2027 akan menghapus sejumlah elemen yang selama ini membantu performa motor, sehingga tim teknis dipimpin Gigi Dall’Igna harus memikirkan ulang banyak detail. Bagi Ducati, tantangannya bukan sekadar mempertahankan level sekarang, melainkan menemukan cara untuk tetap unggul saat semua pabrikan memulai dari titik yang lebih mirip satu sama lain.
Domenicali Bicara Soal “Resep” Menang di Era Baru
Dalam presentasi Desmosedici GP26, CEO Ducati Claudio Domenicali menegaskan bahwa target mereka sudah jelas: menemukan formula kemenangan untuk 2027. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Ducati tidak ingin menunggu sampai aturan baru berjalan untuk bereaksi. Mereka ingin lebih dulu memahami arah perubahan dan menyiapkan motor yang cocok dengan batasan baru tersebut.
Domenicali juga menilai Ducati punya modal penting untuk menghadapi situasi ini, yaitu kecerdasan tim dalam membaca celah regulasi. Meski beberapa inovasi yang sebelumnya memberi keuntungan—seperti sistem koreksi kemiringan belakang—akan hilang, Ducati tetap melihat ruang untuk tetap kompetitif lewat pendekatan teknis yang tepat.
Motor Akan Lebih Sederhana, Tapi Persaingan Bisa Lebih Rumit
Menurut gambaran yang disampaikan Ducati, motor MotoGP 2027 akan lebih sederhana dan lebih mudah dipahami secara teknis. Di atas kertas, itu terdengar seperti membuat pekerjaan semua tim lebih ringan. Tetapi justru di situlah letak masalahnya: ketika banyak bantuan teknis dihapus, perbedaan kecil dalam desain, efisiensi, dan interpretasi aturan bisa menjadi penentu besar.
Karena itu, Ducati memilih bersikap realistis sekaligus optimistis. Mereka tidak hanya menyiapkan motor untuk bertahan dalam perubahan, tetapi juga membidik peluang untuk tetap berada di depan. Dalam bahasa Domenicali, kemenangan di era baru tidak datang dari sekadar mempertahankan apa yang sudah ada, melainkan dari kemampuan membaca arah MotoGP sebelum pesaing lain melangkah lebih jauh. Atribusi: pernyataan dan materi dari presentasi Ducati Desmosedici GP26.



