6 Es Jadul yang Bikin Nostalgia – Kenangan Masa Kecil

by -160 Views

Di tengah derasnya pilihan minuman kekinian, es jadul tetap punya tempat khusus di ingatan banyak orang. Jajanan dingin ini bukan hanya soal pelepas dahaga saat cuaca panas, tetapi juga pintu kecil menuju masa kecil yang sederhana, ramai, dan penuh rasa penasaran. Dari gerobak keliling sampai jajanan yang dijual di depan sekolah, es tradisional selalu punya cara sendiri untuk membuat orang berhenti sejenak dan bernostalgia.

Es jadul, rasa yang bertahan lintas generasi

Daya tarik es jadul justru ada pada kesederhanaannya. Tidak perlu tampilan mewah atau nama yang rumit, karena yang dicari memang sensasi dan kenangan. Es gabus misalnya, dikenal dengan teksturnya yang unik seperti gabus dan biasanya disiram susu cokelat. Ada juga es potong yang terasa creamy dan gurih karena penggunaan santan, membuatnya berbeda dari es modern yang serba ringan.

Nama-nama yang akrab di masa kecil

Beberapa jenis es tradisional lain juga masih melekat kuat di ingatan banyak orang. Es lilin hadir dengan berbagai rasa dan sering jadi favorit anak-anak. Es goyang punya cara penyajian yang khas, sehingga terasa lebih menarik saat dibeli. Lalu ada es gosrok dengan bentuknya yang unik, yang kerap memancing rasa penasaran. Sementara es dung-dung selalu identik dengan suara “dung dung dung” yang dulu menjadi penanda kedatangan penjual keliling.

Lebih dari sekadar pelepas haus

Meski kini tidak mudah ditemukan seperti dulu, es jadul tetap menyimpan nilai yang lebih besar dari sekadar jajanan dingin. Ia menjadi bagian dari sejarah kuliner Indonesia dan membawa cerita tentang masa kecil yang hangat di balik kesederhanaannya. Setiap potong es tradisional seolah menyimpan potongan memori—tentang terik siang, uang receh, dan kebahagiaan kecil yang dulu terasa begitu besar. Berdasarkan cerita kuliner yang diwariskan turun-temurun, es jadul masih layak dijaga keberadaannya agar tidak hilang ditelan zaman.