Tren Kematian Manusia Akibat Cuaca Ekstrem: Analisis Mendalam

by -55 Views

Sebuah studi terbaru telah mengungkap bahwa sejak tahun 1988, banyak wilayah di dunia mengalami peningkatan dampak fatal akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, badai, serta gelombang panas dan dingin yang ekstrem. Penelitian yang dipublikasikan dalam Geophysical Research Letter pada 4 Desember 2025 berjudul ‘Climate Hazard Mortality: Diagnosis Trends and Outliers’ menganalisis data bencana iklim global dan menyoroti bahwa dampak cuaca ekstrem terhadap manusia tidak hanya tercermin dari angka kematian, tapi juga dari kerugian ekonomi, hilangnya hari kerja, dan kerusakan properti.

Temuan dari studi tersebut juga menunjukkan adanya tren yang tidak seragam antarwilayah. Contohnya, di Asia, jumlah kematian akibat banjir dan badai cenderung menurun seiring dengan meningkatnya sistem peringatan dini dan kemampuan adaptasi masyarakat. Sementara itu, di Eropa, kematian akibat gelombang panas justru menunjukkan tren peningkatan, seiring makin seringnya panas ekstrem dan berkurangnya periode cuaca dingin. Di Afrika, banjir menjadi semakin mematikan, walaupun dipengaruhi oleh beberapa peristiwa ekstrem yang memiliki dampak besar.

Studi ini menggunakan data dari Basis Data Peristiwa Darurat (EM-DAT) dan menyaring peristiwa yang terjadi antara tahun 1988 hingga 2024 dengan sedikitnya 30 korban jiwa. Dalam analisisnya, peristiwa cuaca ekstrem ini dikelompokkan menjadi suhu ekstrem, banjir, dan badai, serta berdasarkan lima benua. Pada akhirnya, studi menemukan bahwa terdapat 300 peristiwa cuaca ekstrem, 1.088 banjir, dan 586 badai dengan total 940.895 korban jiwa.

Untuk menentukan besaran kematian, peneliti menggunakan distribusi Pareto umum (GPD) karena peristiwa-peristiwa ini mewakili ekor atas kematian akibat semua bahaya terkait iklim, yang didistribusikan sepanjang garis waktu. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gagasan yang jelas tentang dampak cuaca ekstrem terhadap populasi manusia di berbagai wilayah dunia sepanjang periode yang diteliti.

Source link