Dugaan penipuan trading kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald dan Kalimasada kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada pemeriksaan panjang yang dijalani seorang korban berinisial RR di Polda Metro Jaya. Proses klarifikasi itu berlangsung hampir seharian penuh dan menandai bahwa laporan terkait kasus ini mulai masuk ke tahap yang lebih serius.
Pemeriksaan 10 Jam dan 43 Pertanyaan
Kuasa hukum RR menyebut kliennya diperiksa selama sekitar 10 jam oleh penyidik. Selama pemeriksaan, RR mendapat 43 pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan penipuan investasi kripto yang ia laporkan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya polisi menggali rangkaian peristiwa yang dialami korban sejak awal terpapar promosi investasi tersebut.
16 Barang Bukti Diserahkan ke Polisi
Dalam proses itu, RR juga menyerahkan 16 alat bukti kepada penyidik. Bukti-bukti tersebut mencakup ancaman yang diterima, rincian kerugian, keanggotaan di Akademi Crypto, hingga materi promosi investasi kripto yang sebelumnya ia lihat di media sosial dan YouTube. Menurut pihak pelapor, seluruh materi itu penting untuk menunjukkan pola yang diduga menjerat korban.
Kerugian Rp1,8 Miliar dari Promosi di Media Sosial
RR disebut mengalami kerugian sekitar Rp1,8 miliar setelah terpengaruh konten promosi investasi kripto yang menjanjikan keuntungan besar. Ia menjadi korban kedua yang resmi melaporkan dugaan penipuan ini ke polisi, setelah laporan dari korban lain lebih dulu masuk. Melalui proses hukum yang berjalan, RR berharap fakta sebenarnya bisa dibuka secara terang dan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan. Informasi ini merujuk pada keterangan kuasa hukum pelapor yang disampaikan dalam perkembangan kasus di Polda Metro Jaya.





