Ferrari memanfaatkan hari kedua shakedown Formula 1 untuk mengumpulkan data sebanyak mungkin, dan perhatian tertuju pada Charles Leclerc yang turun di lintasan basah dengan paket uji yang jauh dari biasa. Bukan sekadar mencoba mobil dalam kondisi licin, Leclerc juga dijadikan bagian dari simulasi awal untuk teknologi baru yang akan hadir di F1 2026.
Leclerc jalani tes di lintasan basah
Dalam sesi tersebut, Leclerc menggunakan ban Full Wet yang disiapkan untuk musim 2026. Kondisi lintasan yang basah memberi Ferrari kesempatan melihat respons mobil saat grip sangat terbatas, sekaligus membaca perilaku komponen baru dalam situasi yang lebih menantang.
Pada momen di lintasan lurus Barcelona, Leclerc terlihat membuka sayap depan sementara sayap belakang tetap dalam posisi tertutup sesuai ketentuan. Skema ini menjadi salah satu bentuk pengujian awal terhadap konsep aerodinamika aktif yang sedang disiapkan untuk regulasi anyar.
Partial Active Aero Mode mulai diuji
Ferrari juga mencoba Partial Active Aero Mode, salah satu inovasi yang diproyeksikan masuk ke Formula 1 pada 2026. Sistem ini merupakan pengembangan dari DRS, tetapi dengan fungsi yang lebih luas untuk membantu mobil tetap efisien di lintasan lurus tanpa mengorbankan kebutuhan energi secara berlebihan.
Dalam format parsial, pembalap bisa membuka sayap depan dan menutup sayap belakang. Pendekatan ini dinilai lebih relevan untuk kondisi tertentu, terutama saat lintasan basah dan mobil membutuhkan kecepatan tinggi dengan konsumsi energi yang tetap terkendali.
Mode aktif bisa dimatikan demi keamanan
Meski dirancang untuk efisiensi, aerodinamika aktif tidak selalu harus digunakan. Ada situasi di mana sistem ini dapat dinonaktifkan sepenuhnya, terutama demi alasan keselamatan. Hujan lebat atau kondisi lintasan yang terlalu basah menjadi contoh utama, karena risiko aquaplaning bisa meningkat drastis jika mobil dipaksa memakai konfigurasi tertentu.
Apa yang dilakukan Ferrari di Barcelona menunjukkan bahwa tim bukan hanya menyiapkan mobil untuk musim depan, tetapi juga mulai membaca batas-batas penggunaan teknologi baru itu dalam kondisi nyata. Dari sini, data yang dikumpulkan Leclerc bisa menjadi bahan penting untuk merapikan arah pengembangan Ferrari sebelum regulasi 2026 resmi berjalan.
Berdasarkan laporan dari sesi shakedown di Barcelona, Ferrari tampak ingin memastikan satu hal: saat aturan baru datang, mereka tidak sekadar ikut, tapi sudah lebih dulu memahami cara kerjanya di lintasan yang sebenarnya.





