Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuat pernyataan yang langsung menyita perhatian dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Di tengah pembahasan soal posisi dan masa depan institusi kepolisian, Sigit mengaku pernah ditawari kursi Menteri Kepolisian. Namun, tawaran itu justru ditolaknya mentah-mentah.
Lebih Pilih Jadi Petani daripada Menteri Kepolisian
Dalam forum tersebut, Sigit menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik mengambil jabatan itu. Dengan nada yang tegas, ia mengatakan lebih memilih menjadi petani ketimbang duduk sebagai Menteri Kepolisian. Pernyataan itu ia sampaikan untuk menegaskan sikapnya terhadap wacana yang menurutnya bisa berdampak pada struktur kelembagaan Polri.
Polri Tak Boleh Dilemahkan
Sigit juga menyoroti gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurutnya, langkah itu berpotensi melemahkan institusi kepolisian. Ia bahkan menyebut, jika pilihan hanya antara Polri tetap berada di bawah presiden atau berada di bawah Menteri Kepolisian, maka dirinya lebih memilih dicopot sebagai Kapolri daripada melihat Polri kehilangan kekuatannya.
Disorot di Tengah Duka untuk Anggota Polri
Pernyataan itu muncul di tengah suasana duka setelah dua anggota polisi meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Bandung Barat. Dalam kesempatan yang sama, Sigit menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Sikap tegasnya soal posisi Polri kemudian mendapat respons dari Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang menyebut langkah itu sebagai keputusan yang tegas.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam rapat tersebut, pernyataan Sigit bukan sekadar jawaban singkat, melainkan penegasan sikap terhadap arah kelembagaan Polri yang menurutnya tidak boleh dibuat lebih lemah dari sekarang.





