Prakiraan Cuaca Jabodetabek: Hujan Lebat oleh BMKG

by -138 Views

Langit Jabodetabek pekan ini belum memberi banyak ruang untuk tenang. BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menandai potensi hujan sedang hingga sangat lebat, disertai kemungkinan angin kencang di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat aktivitas warga di kawasan metropolitan perlu lebih waspada, terutama pada jam-jam dengan intensitas hujan yang diperkirakan menguat.

Jakarta Utara hingga Bekasi Masuk Zona Hujan Lebat

Dalam pemantauan BMKG untuk Senin (26/1), Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kabupaten Bekasi masuk kategori wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, sejumlah daerah lain berada dalam status waspada, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.

Status waspada tersebut menunjukkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Di beberapa titik, BMKG juga mencatat potensi angin kencang yang dapat menyertai cuaca buruk tersebut.

Selasa Diperkirakan Lebih Berat

Peringatan BMKG tidak berhenti di hari ini. Pada Selasa (27/1), intensitas hujan diperkirakan meningkat, dengan Kabupaten Bekasi berpotensi mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Kenaikan ini menjadi sorotan karena dapat memperbesar risiko gangguan aktivitas, mulai dari genangan hingga hambatan mobilitas di wilayah terdampak.

BMKG menyebut fenomena monsun Asia sebagai salah satu faktor yang memicu meningkatnya cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Aktivitas monsun yang menguat diperkirakan berdampak pada wilayah selatan Indonesia, termasuk sebagian besar kawasan Jabodetabek.

OMC Diperpanjang untuk Tekan Dampak Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi. Operasi ini diarahkan untuk membantu mereduksi hujan lebat yang diperkirakan mengguyur Jakarta dan Jawa Barat.

Sejumlah armada pesawat telah dikerahkan untuk menyemai bahan ke awan dalam rangka mengurangi dampak cuaca ekstrem. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan melalui BMKG, langkah ini diharapkan bisa membantu menekan risiko yang muncul dari hujan intensitas tinggi di wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek.

Informasi peringatan dini tersebut disampaikan BMKG melalui kanal resminya.