Sukabumi — Setelah sempat terhenti selama bertahun-tahun, Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi akhirnya kembali dibuka dan langsung diposisikan sebagai fasilitas kesehatan yang menyasar warga dengan biaya terjangkau. Peresmian yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan, sekaligus menandai hidupnya lagi layanan kesehatan yang pernah punya sejarah panjang di daerah tersebut.
Peresmian yang Dihadiri Ratusan Kader
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan kader dari DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi dan DPC PDIP Kabupaten Sukabumi. Prosesi dimulai dengan tarian Jaipongan, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya serta Mars dan Hymne partai secara bersama-sama. Suasana itu menegaskan bahwa pembukaan klinik ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga simbol pengabdian politik yang dikaitkan langsung dengan pelayanan publik.
Dari Rumah Sakit Pelita Rakyat ke Klinik Waluya Sejati Abadi
Fasilitas ini sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR), yang pernah diresmikan pada 2011 oleh Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Namun perjalanan layanan kesehatan tersebut tidak selalu mulus. Pada 2015, operasionalnya terpaksa berhenti akibat persoalan perizinan yang kala itu disebut cukup rumit dengan pemerintah daerah.
Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning Proletariyati, yang menjadi salah satu penggagas klinik itu, mengaku pernah melalui masa yang tidak mudah. Kini, ia melihat momen pembukaan kembali ini sebagai jawaban atas penantian panjang, terutama bagi warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan murah.
Tarif Murah, Akses Lebih Terbuka
Klinik Waluya Sejati Abadi menawarkan tarif berobat jalan Rp25.000 dan persalinan Rp50.000. Pihak pengelola menegaskan layanan akan diberikan tanpa diskriminasi kepada siapa pun yang datang berobat. Dukungan juga datang dari DPC PDI Perjuangan yang menyatakan siap membantu menanggung biaya bagi pasien yang tidak mampu.
Dengan skema itu, klinik ini diarahkan bukan hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga ruang pengabdian yang menekankan kedekatan dengan warga kecil. Di tengah mahalnya biaya layanan kesehatan, pembukaan klinik ini menjadi langkah yang dipandang penting karena menawarkan akses yang lebih ringan bagi masyarakat Sukabumi.





