Penjelasan Polisi Terkait Kematian Selebgram Lula Lahfah

by -254 Views

Polisi Buka Suara soal Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Essence Dharmawangsa

Kematian selebgram Lula Lahfah di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026, langsung menyedot perhatian publik. Di tengah beredarnya dugaan overdosis, polisi menegaskan bahwa penyebab pasti kematian belum bisa dipastikan sebelum pemeriksaan medis lengkap dilakukan.

Polisi: Penyebab Kematian Belum Bisa Dipastikan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut autopsi diperlukan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Menurut dia, temuan luka lebam pada tubuh korban belum cukup untuk dijadikan dasar kesimpulan. Luka tersebut, kata dia, juga bisa muncul sebagai bagian dari proses alami tubuh setelah meninggal dunia.

Karena itu, kepolisian belum mengaitkan temuan awal dengan dugaan tertentu. Semua masih menunggu hasil pemeriksaan yang lebih akurat agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru di tengah ramainya spekulasi publik.

Jenazah Ditemukan Petugas Keamanan Apartemen

Jenazah Lula Lahfah pertama kali ditemukan petugas keamanan apartemen sekitar pukul 18.44 WIB. Setelah temuan itu dilaporkan, pihak kepolisian bergerak menindaklanjuti kejadian tersebut. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Informasi awal mengenai wafatnya Lula juga mencuat lewat unggahan sahabatnya, Dery Syahputra, yang kemudian membuat kabar duka ini cepat menyebar luas di media sosial.

Surat Keterangan Kematian Ikut Jadi Sorotan

Di tengah simpang siur kabar yang beredar, muncul pula surat keterangan kematian yang memuat keterangan bahwa Lula Lahfah meninggal akibat henti jantung dan henti napas sekitar pukul 19.20 WIB. Namun, dokumen tersebut belum menutup pertanyaan yang muncul, terutama karena polisi masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar utama penjelasan penyebab kematian.

Kasus ini pun terus menjadi perhatian karena publik menanti jawaban yang lebih pasti, sementara pihak kepolisian memilih berhati-hati sebelum mengumumkan kesimpulan akhir.