Rusia membuka peluang mengalirkan dana jumbo ke Dewan Perdamaian yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump. Presiden Vladimir Putin mengatakan Moskow siap memindahkan 1 miliar dolar AS, atau hampir Rp17 triliun, dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh Amerika Serikat untuk mendukung inisiatif tersebut. Pernyataan ini langsung menempatkan isu aset beku dan diplomasi tingkat tinggi dalam satu panggung yang sama.
Putin: Rusia akan kaji dokumen sebelum ambil sikap
Putin menyebut keputusan resmi Rusia belum akan keluar begitu saja. Menurutnya, Kementerian Luar Negeri Rusia akan menelaah sejumlah dokumen lebih dulu dan berkonsultasi dengan mitra-mitra strategis sebelum memberi jawaban atas ajakan bergabung dengan Dewan Perdamaian. Meski demikian, Putin menegaskan bahwa Rusia pada prinsipnya tetap mendukung upaya yang disebut dapat memperkuat stabilitas internasional.
Ia juga menyampaikan bahwa undangan pribadi dari Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian diterima secara positif. Sikap itu menunjukkan Moskow tidak menutup pintu, meski masih menunggu pembahasan internal dan pertimbangan diplomatik yang lebih luas.
Aset beku jadi alat tawar baru
Rencana pemindahan dana dari aset yang dibekukan AS memberi lapisan baru dalam hubungan Rusia dan Amerika Serikat. Bukan hanya soal angka yang besar, tetapi juga soal pesan politik di baliknya: aset yang selama ini menjadi sumber ketegangan kini justru disebut bisa dipakai untuk mendukung forum perdamaian.
Langkah ini menegaskan bahwa pertarungan pengaruh antarnegara besar tak lagi hanya berlangsung lewat pernyataan politik, tetapi juga melalui manuver finansial yang sarat simbol.
Trump dan tawaran untuk Greenland
Di saat yang sama, Trump juga disebut menawarkan Rp17 miliar kepada setiap penduduk Greenland yang bersedia bergabung dengan Amerika Serikat. Namun, skema itu tidak bisa langsung berjalan. Warga Greenland yang jumlahnya sekitar 57.000 orang harus menggelar referendum dan meraih dukungan minimal 60 persen agar tawaran tersebut dapat diproses.
Gabungan dua langkah ini memperlihatkan bagaimana diplomasi, uang, dan ambisi geopolitik kini berjalan beriringan. Dari aset Rusia yang dibekukan hingga tawaran finansial untuk warga Greenland, keduanya sama-sama menunjukkan betapa kerasnya perebutan posisi dalam politik global saat ini.
Sumber: pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dan informasi terkait tawaran Presiden AS Donald Trump.





