PM Inggris Tegaskan Kepastian Soal Greenland Meski Ancaman Tarif AS

by -234 Views

London — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memilih berdiri tegak di tengah tekanan baru dari Washington. Di parlemen, ia menegaskan bahwa Inggris tidak akan mengubah prinsipnya soal Greenland hanya karena ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Starmer: Inggris tidak akan goyah

Pernyataan itu disampaikan Starmer dalam sesi tanya jawab mingguan di House of Commons. Ia menekankan bahwa pemerintahannya akan tetap berpegang pada nilai dan sikap Inggris, meski Trump mengisyaratkan langkah ekonomi yang bisa menekan London.

Trump sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif 10 persen terhadap barang dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris, mulai 1 Februari. Ia juga menyebut tarif itu bisa naik hingga 25 persen pada Juni jika belum ada kesepakatan terkait apa yang ia sebut sebagai “pembelian penuh dan total Greenland”.

Tekanan atas Greenland dan respons keras London

Starmer menilai ancaman tersebut sebagai bentuk tekanan yang diarahkan ke Inggris karena posisinya mengenai Greenland. Ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan melunak, justru menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Inggris tidak akan ditentukan oleh ancaman dagang.

Dalam forum yang sama, Starmer juga merespons kritik Trump atas kesepakatan Inggris terkait Kepulauan Chagos. Trump menyebut kesepakatan itu sebagai “tindakan kebodohan besar”, komentar yang menurut Starmer bertolak belakang dengan dukungan yang pernah diucapkan Trump sebelumnya.

Chagos, oposisi, dan sinyal politik yang makin panas

Starmer turut melontarkan kritik kepada Kemi Badenoch, pemimpin Partai Konservatif, yang dinilainya ikut memperkuat argumen yang dapat melemahkan posisi Inggris dalam isu Greenland. Di tengah pertarungan retorika ini, pemerintah Inggris berusaha menunjukkan bahwa kepentingan strategis negara tetap menjadi prioritas utama.

Inggris sendiri pada Mei lalu telah menyelesaikan kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, dengan imbalan jaminan keberlanjutan pangkalan militer strategis Inggris-AS. Berdasarkan kesepakatan itu, Mauritius akan mengambil alih kendali atas Kepulauan Chagos, sementara AS dan Inggris tetap dapat mengoperasikan pangkalan Diego Garcia selama 99 tahun.

Situasi ini menambah daftar ketegangan diplomatik yang juga melibatkan Kanada, setelah Trump memunculkan sinyal provokatif lewat gambar peta yang menampilkan Kanada dan Greenland dibalut bendera AS. Informasi ini merujuk pada pernyataan dan sikap yang disampaikan dalam debat politik di London serta laporan mengenai ancaman tarif dari Gedung Putih.