Prakiraan Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa-Sumatra Minggu Depan

by -186 Views

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Jawa dan Sumatra Selatan Pekan Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem di wilayah selatan Indonesia dalam sepekan ke depan. Fokus kewaspadaan tertuju pada Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan, yang diperkirakan lebih sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.

Dorongan Angin dari Asia Memperkuat Awan Hujan

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh seruannya udara dingin dari Benua Asia serta perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi di Laut Cina Selatan. Kombinasi tersebut memperkuat aliran monsun Asia yang melintas melalui ekuator, lalu memicu peningkatan potensi cuaca ekstrem di kawasan selatan Indonesia.

Di saat yang sama, dinamika atmosfer dari skala global hingga lokal juga masih memberi pengaruh nyata terhadap cuaca harian. Fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang berada pada fase negatif menandakan adanya La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi menambah pasokan uap air dan mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

ENSO, MJO, dan Gelombang Ekuator Masih Aktif

BMKG juga mencatat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuator yang masih berperan dalam mendorong pertumbuhan awan hujan. Artinya, peluang hujan tidak hanya dipengaruhi satu faktor, melainkan hasil dari beberapa sistem atmosfer yang saling menguatkan.

Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina diperkirakan terus menguat dan memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia bagian timur. Bibit Siklon Tropis 97S juga disebut berpotensi memberi dampak pada pola angin di sejumlah daerah di sekitarnya.

Sejumlah Wilayah Berpeluang Hujan Lebat hingga Ekstrem

Dengan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan beberapa wilayah berisiko mengalami hujan lebat hingga sangat lebat sampai 22 Januari. Daerah yang masuk dalam pantauan antara lain Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Nusa Tenggara Timur diperkirakan menghadapi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem. Memasuki periode 23–26 Januari, cuaca di Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.

Dalam keterangan yang disampaikan BMKG, pemantauan cuaca akan terus diperbarui seiring perubahan atmosfer yang cepat. Informasi terbaru dari lembaga tersebut menjadi rujukan penting bagi masyarakat, terutama di wilayah yang rawan terdampak hujan intens dan gangguan cuaca lainnya.