LIRA Gelar Rakernas II: Perkuat Demokrasi

by -170 Views

LIRA Gelar Rakernas II di Bogor, Tegaskan Peran Ormas dalam Menguatkan Demokrasi

Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Bogor pada 16–18 Januari 2026 dengan tema “Ormas dan Pemerintah: Menguatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Nasional”. Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi LIRA untuk menegaskan kembali posisi organisasi masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi sekaligus mendorong pembangunan yang lebih partisipatif.

Rakernas Tak Sekadar Agenda Rutin

Bagi LIRA, Rakernas II bukan hanya pertemuan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat jaringan organisasi dan menyatukan langkah antarpengurus. Dalam forum tersebut, komitmen terhadap demokrasi sejati dan kedaulatan rakyat kembali ditegaskan sebagai garis perjuangan utama.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk mempererat hubungan antaranggota melalui sesi outbond yang disiapkan sebagai sarana membangun kedekatan emosional. Langkah itu sekaligus ditujukan untuk meningkatkan sinergi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LIRA di berbagai daerah.

Tokoh-Tokoh Nasional Hadir Beri Perspektif

Rakernas II turut diisi oleh kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Ilham Khoiri, Adi Prayitno, M. Isnur, dan Saiful Mujani. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam diskusi yang membahas isu-isu mutakhir yang dihadapi bangsa.

Masukan dari para narasumber tersebut memperluas sudut pandang peserta terhadap dinamika politik dan sosial di Indonesia. Forum ini pun menjadi ajang membaca tantangan yang sedang dihadapi masyarakat sipil dalam menjaga ruang demokrasi tetap terbuka dan sehat.

Buku Saku Perjuangan LIRA Dirilis

Dalam kesempatan yang sama, LIRA juga meluncurkan buku saku berjudul “Jalan Panjang Perjuangan LIRA”. Buku ini disiapkan sebagai pengantar untuk memahami perjalanan organisasi tersebut dalam mengawasi kebijakan publik dan mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih serta akuntabel.

Melalui Rakernas II, LIRA menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai organisasi yang hadir saat momentum politik dan sosial menguat, melainkan sebagai bagian dari gerakan masyarakat sipil yang terus menekan pentingnya partisipasi publik dalam pembangunan nasional.