Studi: Klaim Keseringan Medsos dan Kesehatan Mental Remaja

by -39 Views

Sebuah studi dari peneliti di Universitas Manchester menemukan bahwa peningkatan penggunaan media sosial atau permainan game tidak memiliki dampak merugikan terhadap kesehatan mental remaja. Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengikuti 25.000 anak berusia 11 hingga 14 tahun selama tiga tahun sekolah. Mereka melacak kebiasaan penggunaan media sosial, frekuensi bermain game, dan masalah emosional untuk mengetahui apakah penggunaan teknologi berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja di kemudian hari. Para remaja diwawancarai tentang seberapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk bermain game dan berselancar di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Snapchat. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa penggunaan media sosial lebih intensif atau bermain game lebih sering meningkatkan gejala kecemasan atau depresi pada remaja tahun berikutnya.

Penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan penggunaan media sosial pada anak perempuan dan laki-laki dari tahun 8 hingga 9, dan dari tahun 9 hingga 10, tidak berdampak negatif pada kesehatan mental mereka. Selain itu, lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain game juga tidak memiliki efek negatif pada kesehatan mental siswa. Para peneliti juga memeriksa apakah perilaku spesifik dalam menggunakan media sosial membuat perbedaan. Mereka menemukan bahwa mengobrol secara aktif atau sekadar menelusuri media sosial tidak menyebabkan masalah kesehatan mental. Namun, peneliti menekankan bahwa pengalaman online tetap dapat berbahaya, seperti pesan yang menyakitkan, tekanan online, dan konten ekstrem, yang dapat merugikan kesejahteraan remaja.

Meskipun demikian, peneliti menegaskan bahwa tidak sepenuhnya tepat untuk menyalahkan waktu layar. Mereka mengatakan bahwa keputusan anak muda dalam menggunakan media sosial dan bermain game mungkin dipengaruhi oleh perasaan mereka, bukan sebaliknya. Sebagai gantinya, perhatian harus diberikan pada bagaimana anak muda berinteraksi online, siapa yang mereka hubungi, dan seberapa didukung mereka merasa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Temuan studi ini memberi wawasan baru tentang hubungan antara penggunaan media sosial, game, dan kesehatan mental remaja di era digital saat ini.

Source link