Siklon Nokaen dan Gelombang Tinggi: Peringatan di Perairan RI

by -132 Views

Jakarta — Cuaca laut di sejumlah perairan Indonesia diperkirakan memburuk dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini soal potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 20 Januari 2026, dipicu oleh Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina serta Bibit Siklon Tropis 96S di Samudra Hindia.

Angin Menguat, Laut Ikut Meninggi

BMKG menyebut kedua sistem cuaca tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan gelombang secara signifikan. Di wilayah Indonesia bagian utara, arah angin bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan sekitar 8 hingga 25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, angin bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan yang bisa mencapai 8 hingga 30 knot.

Kondisi ini membuat permukaan laut menjadi lebih tidak stabil, terutama di jalur pelayaran yang terbuka dan wilayah perairan yang langsung terpapar hembusan angin kencang.

Sejumlah Perairan Masuk Zona Gelombang Sedang hingga Tinggi

Dalam pemantauan BMKG, ada sejumlah perairan yang berpotensi mengalami gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Di sisi lain, beberapa wilayah juga masuk kategori gelombang tinggi, yakni 2,5 hingga 4,0 meter.

Meski tidak seluruh perairan terdampak dengan tingkat yang sama, pola cuaca ini tetap perlu dicermati karena perubahan kondisi laut bisa berlangsung cepat, terutama saat sistem siklon aktif di sekitar wilayah Indonesia.

Nelayan Diminta Tidak Mengabaikan Peringatan

BMKG menegaskan, gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan dan pelaku aktivitas laut lainnya. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak diminta memperhatikan informasi cuaca maritim dan tidak memaksakan diri melaut saat kondisi belum aman.

Atribusi sumber: informasi ini disampaikan BMKG melalui peringatan dini cuaca maritim untuk periode 17–20 Januari 2026.