Panduan Perjalanan Haji: Warga Padang Menuju Makkah Berjalan Kaki

by -140 Views

Perjalanan menuju Makkah tak selalu ditempuh lewat pesawat atau rombongan resmi. Dari Padang, seorang warga memilih cara yang jauh lebih berat: berjalan kaki demi menunaikan ibadah haji. Kisah ini dibenarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sumatera Barat, yang menyebut langkah tersebut sebagai wujud kesungguhan beribadah, sekaligus pengingat bahwa niat besar kerap datang bersama jalan yang tidak mudah.

Langkah Panjang dari Padang ke Tanah Suci

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, membenarkan adanya warga Kota Padang yang memulai perjalanan ke Makkah dengan berjalan kaki. Menurut dia, semangat seperti itu patut diapresiasi, meski perjalanan menuju Tanah Suci dengan cara ekstrem bukan tanpa risiko dan tentu tidak bisa dilakukan sembarangan.

Rifki menyebut, perjalanan haji atau umrah dengan berjalan kaki maupun bersepeda sebenarnya bukan hal baru. Sebelum urusan haji berada di bawah Kemenhaj, Kementerian Agama juga pernah mendapati kasus serupa. Bahkan pada 2024, seorang jemaah Indonesia diketahui tiba di Arab Saudi setelah berbulan-bulan bersepeda, meski akhirnya hanya dapat menjalankan umrah.

Peringatan Soal Visa Haji

Di balik kisah perjalanan yang mengundang perhatian itu, Rifki mengingatkan satu hal penting: siapa pun yang ingin berhaji secara mandiri ke Makkah tetap wajib memiliki visa haji. Ia menegaskan, niat baik saja tidak cukup bila prosedur resmi diabaikan.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur atau terjebak penawaran yang menjanjikan jalan pintas menuju ibadah haji. Menurutnya, aspek administrasi dan keabsahan dokumen tetap menjadi syarat utama agar perjalanan ibadah tidak berujung masalah di kemudian hari.

Niat Mabrur di Balik Perjalanan M. Alif

Salah satu sosok di balik perjalanan ini adalah M. Alif, warga yang disebut memulai langkahnya dari Kota Padang menuju Makkah pada 16 Januari. Ia menempuh perjalanan tersebut dengan niat ibadah dan harapan memperoleh haji yang mabrur.

Kisah Alif menambah daftar perjalanan spiritual yang tidak biasa dari Indonesia ke Tanah Suci. Namun, di tengah kekaguman publik, pesan dari otoritas tetap sama: semangat beribadah perlu berjalan seiring dengan kepatuhan pada aturan resmi yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah juga diketahui telah menyampaikan pernyataan terkait pelatihan calon petugas haji 2026.