Seorang warga Kota Padang melakukan perjalanan ke kota Makkah dengan berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M. Rifki, mengapresiasi antusiasme warga tersebut meskipun harus berjalan kaki. Rifki juga menekankan bahwa perjalanan ke tanah suci dengan berjalan kaki atau bersepeda bukan hal baru, karena sebelum haji dikelola Kemenhaj, Kementerian Agama juga pernah melihat hal serupa. Pada tahun 2024, ada seorang jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dengan sepeda setelah berbulan-bulan perjalanan, meskipun hanya bisa melakukan ibadah umrah. Rifki mengingatkan agar setiap individu yang ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah secara mandiri untuk tidak terjebak penipuan, karena wajib memiliki visa haji. Salah satu warga yang melakukan perjalanan tersebut, M. Alif, memulai perjalanannya dari Kota Padang ke Makkah dengan berjalan kaki pada tanggal 16 Januari. Alif melakukan perjalanan ini dengan niat baik untuk mendapatkan haji yang mabrur. Wamenhaj juga mengeluarkan pernyataan terkait pelatihan calon petugas haji 2026.
Panduan Perjalanan Haji: Warga Padang Menuju Makkah Berjalan Kaki





