Tito Dorong Menteri Pulihkan Sumatera Pasca Bencana

by -123 Views

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong seluruh kementerian di Kabinet Merah Putih untuk bergerak serempak dalam mempercepat pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Menurut Tito, penanganan pascabencana tidak bisa dilakukan setengah hati karena yang dipulihkan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga denyut ekonomi warga yang ikut terpukul.

Fokus Pemulihan ke Ekonomi Warga

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Tito menekankan bahwa pemulihan harus menyentuh sektor yang paling cepat dirasakan masyarakat. Perdagangan kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menjadi perhatian utama karena sektor inilah yang biasanya paling dulu bergerak setelah situasi darurat mereda.

Tito menilai gotong royong antarpihak menjadi kunci agar rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera berjalan lebih cepat. Ia optimistis, jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi nonpemerintah saling menguatkan, proses pemulihan bisa berlangsung lebih efektif dan tidak berlarut-larut.

Target Pemulihan Sebelum Ramadan

Pemerintah menargetkan pemulihan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara dapat dikebut sebelum bulan Ramadan. Untuk mencapai itu, sejumlah langkah percepatan disiapkan, mulai dari pembersihan kawasan terdampak hingga pengurangan jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi penampungan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang akan didorong kembali ke tempat tinggal masing-masing secepat mungkin. Sementara itu, bagi warga dengan rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan opsi hunian sementara atau pemanfaatan dana tunggu hunian (DTH) agar mereka tetap memiliki tempat tinggal selama masa pemulihan.

Kolaborasi Jadi Penentu Kecepatan Penanganan

Langkah yang disampaikan Tito menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana kini diarahkan tidak hanya pada penanganan fisik, tetapi juga pada pemulihan sosial dan ekonomi warga. Dengan melibatkan lebih banyak kementerian dan lembaga, pemerintah berharap proses rehabilitasi bisa berjalan lebih terukur dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dalam arahan itu, Tito menegaskan bahwa pemulihan Sumatera membutuhkan kerja bersama, bukan kerja sektoral yang berjalan sendiri-sendiri. Di tahap ini, kecepatan, koordinasi, dan keberpihakan pada warga terdampak menjadi ukuran utama keberhasilan penanganan pascabencana.

Seperti disampaikan Tito dalam rapat koordinasi di Kemendagri, arah kebijakan saat ini jelas: mempercepat pemulihan, mengurangi beban pengungsi, dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat secepat mungkin.